GP Ansor Bakal Laporkan Suswono Buntut Pernyataan Janda Kaya Nikahi Pengangguran
JAKARTA, investortrust.id - Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor DKI bakal melaporkan calon wakil gubernur (cawagub) Jakarta nomor urut 1, Suswono ke kepolisian. Langkah hukum ini diambil GP Ansor terkait pernyataan Suswono yang menyebut janda kaya baiknya menikahi pria pengangguran, seperti Khadijah menikahi Nabi Muhammad.
Sekretaris PW GP Ansor DKI, Sulton menyebut pernyataan Suswono menyakiti umat Islam. Ditekankan, Nabi Muhammad Saw bukanlah pria pengangguran seperti yang dianalogikan Suswono.
“Yang paling fatal, Nabi Muhammad jelas bukan pria miskin dan pengangguran seperti analogi yang disampaikan Suswono. Kami mengutuk keras pernyataan tersebut dan akan berencana melaporkan hal ini ke pihak berwajib,” tegas Sulton.
Baca Juga
Survei Poltracking: Ridwan Kamil-Suswono 51,6%, Pramono Anung-Rano karno 36,4%
Sulton menekan, persaingan politik di Pilkada Jakarta 2024 tidak dapat menjadi pembenaran dan alasan untuk merendahkan Nabi Muhammad SAW.
“Sangat tidak etis dan tidak layak pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Suswono, apalagi hanya untuk candaan ke publik ketika kampanye,” katanya.
Diketahui, Suswono berkelakar soal janda kaya menikahi pemuda pengangguran saat menghadiri deklarasi dukungan Bang Japar di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan, Sabtu (26/10/2024) lalu. Saat itu, Suswono berjanji akan melanjutkan program yang digagas oleh gubernur DKI sebelumnya. Tak hanya itu, Suswono menyebut akan membuat program lainnya, seperti kartu anak yatim.
Suswono bercerita adanya masyarakat yang menanyakan apakah dirinya akan membuat kartu janda atau tidak. Suswono menyebut akan membuat kartu janda, tetapi untuk janda miskin. Suswono pun menyarankan janda kaya menikahi pemuda yang menganggur.
Suswono pun menyampaikan permintan maaf atas polemik terkait pernyataannya tersebut. Permintaan maaf itu disampaikan Suswono melalui video yang diungguh akun Instagram pribadinya @pak_suswono.
"Saya menyadari bahwa pernyataan saya dalam pertemuan dengan relawan Bang Japar telah menimbulkan polemik, atas hal itu saya meminta maaf, sekaligus mencabut pernyataan tersebut, " kata Suswono.
Suswono menjelaskan, pernyataan tersebut dia sampaikan dalam konteks bercanda menanggapi celetukan salah satu warga dalam sebuah sosialisasi.
"Tidak ada maksud sama sekali menyinggung tentang janda apalagi manusia agung sepanjang zaman, Rasulullah Saw. Yang menjadi teladan dalam setiap kehidupan saya, " katanya.
