Menelaah Pesan Tersirat Pidato Perdana Presiden Prabowo
Oleh Ongky Hojanto,
Pakar Public Speaking Indonesia
INVESTORTRUST.ID – “Great leaders communicate and great communicators lead,” kata Simon Sinek, author and motivational speaker. Tak heran, pidato perdana Prabowo Subianto setelah pengambilan sumpah jabatan presiden Republik Indonesia kedelapan mendapat banyak perhatian.
Pidato pertama Presiden Prabowo itu mengandung beberapa pesan tersirat, yang menimbulkan interpretasi kuat. Di pidato selama satu jam tersebut, terdapat empat hal yang tersirat yang coba dikomunikasikan oleh Presiden Prabowo.
Pertama adalah cerdas. Masih segar diingatkan kita, suara sumbang mengenai usai beliau yang telah mencapai 73 tahun, yang kemudian dihubungkan dengan kemampuan intelektual yang menurun di usia tersebut.
Namun, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto seolah membuktikan memiliki kemampuan intelektual yang sangat baik. Dengan secara gamblang selama tiga belas menit, mantan menteri Pertahanan ini menyebutkan lima puluh empat nama tokoh, termasuk 19 pimpinan negara dan 15 utusan khusus yang hadir, tanpa filler words.
Baca Juga
Digembleng di Akmil, Kabinet Prabowo Dibangunkan dengan Terompet
Kedua, detail. Faktor kedua, yang tersirat dalam pidato tersebut adalah cermat dalam hal detail. Ini tergambar jelas saat menyebutkan nama Sultan Brunei Darussalam. Prabowo menyebut namanya yang terdiri atas 11 kata secara lengkap, yakni : Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Wad'daulah ibni Omar Ali Saifuddien Sa'adul Khairi Waddien.
Ketiga, berani. Berani merupakan satu kata yang berulang kali ditekankan dalam pidato.
Baca Juga
Prabowo Ajarkan Kedisiplin dengan Hadir Paling Awal di Lapangan Akmil
Ini tentunya merupakan sebuah mentalitas yang mendasari tindakan yang akan dibuat, seperti: swasembada pangan, swasembada energi, serta penegakan korupsi yang tegas dan keras.
Keberanian tidak saja terdengar dari ucapan. Tetapi, juga tergambar dari pilihan warna biru tua yang Prabowo kenakan, yang mengartikan kemandiraan serta kekuatan.
Keempat, keberlanjutan. Pemilihan pakaian adat bangsawan Betawi Ujung Serong, yang sebelumnya dikenakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pidato kenegaraan terakhir beliau, seolah menyiratkan pesan adanya keberlanjutan program dan kebijakan yang sebelumnya dipandang baik. Selamat bertugas Presiden RI, selamat menjadi pemimpin besar, yang komunikasi baiknya mampu efektif memimpin!

