Hashim Ungkap Alasan Prabowo Berambisi Entaskan Kemiskinan
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan alasan Presiden Prabowo Subianto berambisi mengentaskan kemiskinan di Tanah Air.
Adik kandung Prabowo itu mengatakan bahwa kebijakan pemerintahan Prabowo akan pro rakyat. Walaupun demikian, bukan berarti kebijakan tersebut tidak berpihak pada pengusaha.
Hashim menyebut Prabowo mengidolakan pemimpin Partai Komunis China Deng Xiaoping yang dinilai tidak hanya pro rakyat, tetapi juga pro pengusaha. Prabowo ingin menggabungkan sosialisme dan kapitalisme untuk mensejahterakan rakyat Indonesia lewat pengentasan kemiskinan.
Baca Juga
"Bukan anti pengusaha. Itu yang penting. Dan dia bilang, orang kaya tetap kaya, enggak ada masalah. Tapi yang miskin kita harus angkat dari comberan, dari jurang, kita harus, mereka harus hidup bermartabat," ujarnya di Menara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rabu (23/10/2024).
Lebih lanjut, Hashim menyebut meningkatnya kesejahteraan rakyat Indonesia akan diikuti oleh meningkatnya keuntungan pengusaha di Tanah Air. Sebab, mereka akan membelanjakan uang yang dimilikinya di dalam negeri sehingga menguntungkan para pengusaha.
"Rakyat kita sudah sejahtera, mereka tidak akan bawa uang lari ke Hong Kong atau Shanghai, atau Jenewa Swiss. Tidak, mereka uangnya berputar di sini dan mereka spending-nya (belanjanya) akan benefit (menguntungkan) ke kita semua," ujar pria yang juga dikenal sebagai CEO Arsari Group itu.
Baca Juga
Menteri Prabowo Digembeleng di Akmil Magelang, Istana: Bukan Ospek atau Militerisme
Hashim menambahkan, dari data yang diterimanya tercatat sekitar 160 juta orang Indonesia masih tergolong miskin. Pemerintahan Prabowo bertekad mengatasi persoalan tersebut dengan mencukupi kebutuhan pangan serta layanan kesehatan dan pendidikan yang terjangkau.
"Dan menurut data yang kami terima ada 44 juta keluarga miskin, kali tiga-empat, berarti 160 juta orang Indonesia tergolong miskin. Semakin kita sejahterakan mereka, kita dunia usaha beruntung," imbuhnya.
Soroti Ketimpangan di Indonesia
Pada kesempatan yang sama, Hashim menyinggung pertumbuhan kekayaan 10 orang terkaya di Indonesia yang terbilang pesat. Menurutnya, nilai kekayaan milik mereka masih jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai kekayaan 114 juta orang rakyat Indonesia.
Baca Juga
"Yang lebih prihatin lagi, orang kaya dan terkaya di Indonesia bertambah luar biasa cepat dan besar. Waktu itu Pak Prabowo katakan gambar 10 keluarga terkaya di Indonesia lebih kaya dari 114 juta orang Indonesia. 50 keluarga terkaya di Indonesia itu, dan saya kira itu termasuk keluarga saya dan Prabowo mungkin, kita akui," ujarnya.
Hashim menyebut ketimpangan menjadi salah satu persoalan yang disorot oleh Prabowo. Selain itu, menurunnya jumlah kelas menengah juga menjadi persoalan yang akan diselesaikan oleh pemerintahan Prabowo karena dampaknya ke pertumbuhan ekonomi nasional tidak main-main.
Seperti diketahui, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional hingga saat ini.
"Apa yang Prabowo sampaikan ke tim ekonomi, tim kabinet baru, digambarkan satu masalah yang amat mendasar. Walaupun ada pertumbuhan 5% tetapi turun yang kelas menengah (jumlahnya)," tutur Hashim.
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kelas menengah di Indonesia mencapai 57,33 juta orang atau setara 21,45% dari total penduduk pada 2019. Lalu, pada 2024 hanya tersisa menjadi 47,85 juta orang atau setara 17,13%. Dengan demikian, sebanyak 9,48 juta penduduk kelas menengah turun kelas.

