Ornamen Janur Kuning Warnai Pelantikan Prabowo-Gibran, Ini Penjelasannya
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan penggunaan ornamen janur kuning yang mewarnai pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden.
“Ya kalau janur kuning itu kan kalau di adat kita melambangkan hajatan,” kata Dasco saat ditemui di kompleks MPR/DPR, Jakarta, Minggu (20/10/2024).
Dasco mengatakan, janur kuning itu menandai adanya perhelatan besar berupa pelantikan presiden dan wakil presiden baru. Dia berharap penggunaan janur kuning ini tak dipersoalkan.
Baca Juga
Tak Hadiri Pelantikan Prabowo, Megawati Takut Ganggu Jalannya Acara
“Mari kita berdoa semoga acara pada hari ini berjalan dengan baik dan lancar,” ujar dia.
Menurut penelitian berjudul “Persepsi Masyarakat dalam Melihat Kembang Mayang dan Janur Kuning Sebagai Simbol Keperawanan Pengantin Wanita Jawa” di Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis Cemerlang, peneliti dari Universitas Jember, Dicky Ahmad Fahrizi dkk menyebut janur kuning melambangkan sosok perempuan. Janur kuning disandingkan dengan kembang mayang dan dipasang saat perhelatan pernikahan berlangsung.
“Beberapa informan setuju dan menganggap bahwa simbol keperawanan dapat dilihat dari layu atau tidaknya kembar mayang dan janur kuning yang dipasang ketika acara resepsi pernikahan berlangsung,” ujar peneliti.
Baca Juga
Lambaikan Tangan, Prabowo Tinggalkan Kertanegara Menuju Lokasi Pelantikan Presiden
Meski begitu, akibat globalisasi ada pengaruh terhadap persespi masyarakat terhadap janur kuning ini. Simbol yang terpasang tidak benar-benar dikaitkan dengan keperawanan seseoarang karena bahan dari kembang mayang dan janur kunig dapat terbuat dari kain atau sejenisnya. “Yang mirip dan tidak bisa layu,” tulis peneliti.

