Profil Budi Arie Setiadi, Relawan Jokowi yang Masuk Kabinet Prabowo
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi tercatat sebagai salah satu menteri dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bergabung dengan kabinet presiden dan wakil presiden (wapres) terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Setelah menemui Prabowo di Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024), Budi Arie datang ke Hambalang, Kabupaten Bogor pada Rabu (16/10/2024). Bersama dengan calon menteri dan wakil menteri lainnya, Budi Arie akan mendapatkan pembekalan dari Prabowo terkait dengan tugasnya di kabinet pemerintahan mendatang.
Ketua Umum Relawan Pro Joko Widodo (Jokowi) atau Projo itu kemungkinan besar tidak akan kembali menjabat sebagai menkominfo. Sayangnya, ketika ditanya dia enggan mengungkapkan jabatan apa yang akan didudukinya pada pemerintahan mendatang.
“Nanti soal posisi tunggu pengumuman resmi dari Pak Prabowo. Bahwa kita perlu mengorganisasi masyarakat untuk bisa meningkatkan kesejahteraannya,” katanya kepada awak media di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Posisi Budi Arie saat ini akan diisi oleh politikus Partai Golkar sekaligus Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid. Meutya juga sudah datang ke Jalan Kertanegara, Senin (14/10/2024) dan mengikuti pembekalan di Hambalang bersama calon menteri dan wakil menteri Prabowo lainnya.
“Betul (Meutya Hafid). Ke depannya bagaimana? Terserah presiden,” kata Budi Arie ketika ditemui di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Senin (14/10/2024).
Baca Juga
Ketum Projo Budi Arie Datangi Rumah Prabowo, Bakal Jadi Menteri Lagi?
Profil Budi Arie Setiadi
Budi Arie lahir di Jakarta pada 20 April 1969. Dia merupakan lulusan S1 ilmu komunikasi FISIP Universitas Indonesia (UI) yang kemudian melanjutkan S2 manajemen pembangunan sosial FISIP di kampus yang sama.
Pria yang punya sapaan akrab Muni semasa kuliah itu sudah aktif bergabung dengan berbagai organisasi di UI.
Dia pernah menjabat sebagai ketua Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BPM FISIP) UI pada 1994, serta anggota Presidium Senat Mahasiswa UI pada 1994-1995.
Baca Juga
Budi Arie Pastikan Meutya Hafid Bakal Isi Posisi Menkominfo di Kabinet Prabowo
Budi Arie juga terlibat Forum Studi Mahasiswa UI (FSM) dan aktif terlibat dalam Kelompok Pembela Mahasiswa (KPM) UI. Dia juga sempat menjabat sebagai pemimpin redaksi majalah mahasiswa UI Suara Mahasiswa pada 1993-1994.
Pada 1994-1996, Budi Arie tercatat sebagai jurnalis di mingguan Media Indonesia. Kemudian bersama beberapa seniornya dia ikut menjadi bagian awal dari berdirinya mingguan ekonomi Kontan pada 1996 dan bertahan sampai 2001.
Setelah meninggalkan Kontan, Budi Arie menjabat sebagai direktur utama PT Mandiri Telekomunikasi Utama hingga 2009. Dia juga menjabat sebagai general manager Tabloid Bangsa dari 2008-2009 dan memimpin beberapa perusahaan non media.
Sementara itu, untuk karier politiknya, Budi Arie menjabat sebagai kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) PDIP DKI Jakarta pada 2005-2010 dan juga wakil ketua DPD PDI PDIP DKI Jakarta.
Sebelum mendirikan Projo pada 2013, Budi Arie sempat mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI untuk Daerah Pemilihan DKI Jakarta III (Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu) dari PDIP.
Budi Arie masuk pemerintahan pada 2019 sebagai wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT). Pada 17 Juli 2023 dia ditunjuk sebagai menkominfo menggantikan Johnny G Plate yang tersandung kasus korupsi menara stasiun pemancar atau base transceiver station (BTS) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

