Jokowi Dipastikan Tak Hadir di KTT Asean ke-43, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan tidak menghadari Konferensi Tingkat Tinggi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (KTT Asean) ke-43 yang akan digelar Laos pada 9-11 Oktober 2024 mendatang.
Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Sidharto R Suryodipuro mengatakan, Jokowi tidak bisa menghadiri KTT Asean ke-43 lantaran pelaksanaannya berdekatan dengan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2024.
Baca Juga
Basuki Ungkap Suka Duka Jadi Menteri PUPR Kabinet Jokowi Selama 10 Tahun
"Presiden tidak hadir di KTT Asean ke-43 karena pelaksanaannya berdekatan dengan pelantikan pada 20 Oktober 2024 dan sedang dalam proses transisi (pemerintahan)," katanya dalam konferensi pers yang digelar di Kemenlu, Jakarta Pusat, Jumat (4/10/2024).
Wapres Ma'ruf Amin yang akan mewakilkan Indonesia dalam pertemuan kepala negara dari seluruh negara anggota Asean itu. Selain seluruh kepala negara anggota Asean, KTT Asean ke-43 juga akan dihadiri oleh pejabat tinggi dari negara-negara yang menjadi mitra Asean dan organisasi internasional.
“Wapres RI akan jadi ketua delegasi Indonesia dan akan hadir di berbagai pertemuan pada KTT ASEAN ke-43 di Laos seperti plenary (pleno) lalu interface (pertemuan antarmuka) Asean dengan AIPA (Asean Inter-Parliamentary Assembly dan beberapa pertemuan lainnya,” ujar Sidharto.
Baca Juga
Walaupun baru akan dimulai pada 9 Oktober 2024, Sidharto menyebut rangkaian KTT Asean di Laos sebenarnya sudah dimulai sejak 7 Oktober 2024 melalui Asean Senior Official Meeting (SOM) yang mempertemukan pejabat tinggi negara-negara anggota Asean. Kemudian pada 8 Oktober 2024 akan dilanjutkan dengan pertemuan seluruh menteri luar negeri.
Lebih lanjut, Sidharto menjelaskan bahwa isu yang akan dibawa oleh delegasi Indonesia di bawah Ma'ruf Amin adalah tindak lanjut dari keketuaan Indonesia di Asean pada 2023 lalu.
"Bagaimana meningkatkan kapasitas Asean sebagai pusat pertumbuhan dan motor stabilitas dunia. Bagaimana penguatan institusi atau kelembagaan dan menjaga stabilitas kawasan untuk mempertahankan Asean sebagai episentrum pertumbuhan dunia," paparnya.
Baca Juga
Ini Jawaban Azwar Anas dan Airlangga soal Tawaran Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran
Isu Palestina dan Timur Tengah juga akan dibawa oleh Ma’ruf ketika menghadiri KTT ASEAN ke-43. Isu tersebut menjadi perhatian Indonesia lantaran terkait dengan penghormatan terhadap hukum internasional yang tidak dilakukan oleh Israel.
“Palestina jadi isu prioritas yang akan disampaikan Wapres karena menyangkut perlindungan warga sipil dan penghormatan terhadap hukum internasional. Masalah Palestina ini juga berdampak penting pada norma untuk kawasan kita,” tegasnya.

