Jokowi Resmikan Smelter Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di NTB
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan smelter tembaga dan pemurnian logam mulia PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Jokowi mengatakan, peresmian smelter ini menjadi babak baru hilirisasi industri tembaga.
"Saya gembira karena hari ini (Indonesia) sebagai pemilik cadangan tembaga masuk ke dalam tujuh besar dunia, kita telah memasuki babak baru dalam hilirisasi industri tembaga," kata Jokowi dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden.
Baca Juga
Jokowi menjelaskan gross domestic product (GDP) atau produk domestik bruto (PDB) Indonesia bertumpu pada konsumsi domestik, yakni 56%. Kondisi itu, katanya harus diubah dengan terus mendorong hilirisasi. Indonesia, kata Jokowi ingin menyongsong menjadi negara industri maju dengan mengolah sumber daya alamnya sendiri.
"Sehingga tadi kembali GDP. growth kita tidak tergantung pada konsumsi tetapi kita balikan menjadi tergantung pada produksi. Bertumpu pada produksi bukan bertumpu pada konsumsi," tegasnya.
Bahkan, Jokowi berharap kebutuhan produk tembaga dunia itu akan bergantung pada Indonesia nantinya. Tak hanya lembaran katoda, tetapi juga kabel, cooper foil, dan lainnya.
"Semuanya yang bisa kita produksi di sini itu akan kita lakukan, bukan lagi kita mengekspor bahan mentah atau raw materialm" tegasnya.
Jokowi mengatakan, smelter tembaga dan pemurnian logam mulia PT AMNT ini dibangun dengan investasi Rp 21 triliun. Dengan investasi sebesar itu, kapasitas pengolahan smelter ini mencapai 900.000 ton per tahun dengan memproses konsentrat tembaga dari tambang Batu Hijau dan tambang Elang, serta fluks silika sebanyak 139.000 ton per tahun.
Produksi utama smelter tersebut adalah 220.000 ton katoda tembaga LME grade A dengan kemurnian 99,99% per tahun dan 830.0000 ton per tahun asam sulfat dengan kemurnian 98,5%.
Fitur utama pemurnian logam mulia adalah 987 ton per tahun lumpur anoda dengan produk utama 18 ton per tahun emas batangan dengan kemurnian 99,99%, 55 ton per tahun perak batangan dengan kemurnian 99,95% , dan 77 ton per tahun selenium dengan kemurnian 99,9%.
Baca Juga
Kepala Negara menegaskan, keberadaan smelter ini akan menimbulkan efek berganda yang positif bagi Indonesia dan juga wilayah sekitarnya.
"Membuka lapangan kesempatan lapangan kerja dan juga kita harapkan PDRB di Nusa Tenggara Barat bisa naik, di Sumbawa Barat juga bisa naik dan yang mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya adalah rakyat di NTB dan rakyat di seluruh tanah air Indonesia," tegasnya.

