Asosiasi Kerap Merasa Dianaktirikan, Dukung Munaslub Kadin dan Pilih Anindya
JAKARTA, Investortrust.id – Sejumlah asosiasi kerap merasa dianaktirikan dalam kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pada periode sebelumnya, kendati asosiasi memiliki hak pilih sebagai Anggota Luar Biasa (ALB). Untuk itu sejumlah asosiasi dan didukung Kadin daerah ikut mendorong digelarnya Munas Luar Biasa Kadin yang akhirnya menetapkan Anindya Novyan Bakrie sebagai ketua umum Kadin Indonesia periode 2024-2029.
Demikian disampaikan Ketua Umum Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) dan Anggota Organizing Committee Munaslub Kadin 2024, Bayu Priawan Djokosoetono saat bincang-bincang dengan Investortrust.id di Jakarta, Kamis (19/9/2024).
“Jadi banyak asosiasi yang lain juga merasakan hal yang sama, bukan hanya kami. Kami merasa bahwa di Kadin ini, asosiasi dianggap kayak “anak tiri” lah,” ujar Bayu.
Ia pun berharap di bawah kepemimpinan Anindya Novyan Bakrie, Kadin Indonesia bisa merespons suara-suara dari asosiasi, serta melibatkan asosiasi atau himpunan pengusaha selaku anggota luar biasa Kadin untuk lebih aktif dan konkret dalam kegiatan pengembangan ekonomi di Tanah Air
Bayu pun menegaskan pihaknya sebagai salah satu peserta Munas Kadin 2021 di Kendari yang memilih Arsjad, ikut menyuarakan penyelenggaraan Munaslub yang akhirnya digelar di Jakarta pada 14 September 2024.
Selaku Organizing Committee Munaslub Kadin 2024, Bayu menjelaskan bahwa proses penetapan digelarnya Munaslub telah berlangsung cukup lama, dengan dimulai dengan upaya dialog dengan Arsjad Rasjid jauh hari sebelum Munaslub, untuk mengakomodir segala pendapat dan keluhan yang dirasakan oleh para anggota luar biasa (asosiasi) dan Kadin daerah (Kadinda).
Sayangnya pertemuan itu tak pernah terlaksana, sehingga memperkuat asumsi para asosiasi dan Kadinda bahwa Arsjad kurang mengayomi mereka. Para asosiasi dan kadinda juga memiliki perasaan yang sama bahwa Kadin di bawah Arsjad kurang bisa bekerja sama dengan pemerintah yang ada.
“Gesture-gesture kan kami juga lihat. Pengusaha ini kan melihat gesture bagaimana pemerintah, bagaimana seterusnya. Sehingga kami semua bersepakat untuk bisa mengusulkan (munaslub) itu,” ujar Bayu.
Dalam kesempatan tersebut Bayu membantah bahwa Munaslub Kadin sebagai sebuah persitiwa yang terjadi secara tiba-tiba. “Prosesnya bukan tiba-tiba. Kalau mungkin banyak orang mendengar di luar bahwa ini tiba-tiba, sebetulnya tidak. Prosesnya itu sudah berbulan-bulan, namun tidak diumumkan,” tegas Bayu.
Sebagai Organizing Committee Munaslub Kadin, Bayu juga membantah tegas bahwa gelaran Munaslub Kadin merupakan perintah dari Anindya Bakrie. Sebagai ketua pelaksana gelaran Munaslub, Bayu menyebut akhirnya muncul nama Anindya sebagai calon ketua umum, dan para peserta Munaslub menyepakati secara aklamasi, memberikan amanah tugas Ketua Umum Kadin kepada Anindya Novyan Bakrie.

