Profil Gus Ipul, Sekjen PBNU yang Dilantik Jadi Mensos
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Syaifullah Yusuf atau yang akrab dengan Gus Ipul sebagai menteri sosial (mensos) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/9/2024). Gus Ipul menggantikan Tri Rismaharini atau Risma yang mengundurkan diri sebagai mensos karena maju menjadi bakal calon gubernur (cagub) di Pilkada Jawa Timur (Jatim)
Gus Ipul yang lahir pada 28 Agustus 1964 ini bukan sosok baru dalam kancah politik nasional. Gus Ipul mengawali karier politik dengan duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hasil Pemilu 1999.
Baca Juga
Dilantik Jadi Mensos, Gus Ipul Fokus Bantu Transisi Pemerintahan
Kemudian, Gus Ipul memutuskan keluar dari keanggotannya di PDIP untuk bergabung bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Gus Ipul bergabung bersama PKB tepat setelah muktamar pada 2002. Pada 2003 Gus Ipul diberikan mandat menjabat sebagai sekretaris jenderal (sekjen) PKB.
Pada 2004, Gus Ipul menjabat sebagai menteri negara percepatan pembangunan daerah tertinggal di dalam Kabinet Indonesia Bersatu yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia menjabat posisi tersebut terhitung selama periode 2004-2007. Ia menyelesaikan tugas dari jabatan menteri bertepatan juga dengan pencopotannya dari kursi sekjen PKB di tahun 2007.
Eks aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini kemudian mencoba peruntungan untuk maju di Pilgub Jatim tahun 2008. Ia maju sebagai calon wakil gubernur (cawagub) mendampingi Soekarwo atau Pakde Karwo. Pasangan tersebut berhasil memenangkan kontestasi untuk kemudian mengantarkan Gus Ipul duduk di kursi wagub Jatim periode 2009-2014.
Tidak sampai di situ, Soekarwo-Gus Ipul kemudian kembali maju sebagai petahana pada Pilgub Jatim 2013. Kembali, Gus Ipul bersama Soekarwo terpilih. Ia kemudian menjabat sebagai wagub Jatim untuk periode kedua, yakni 2014-2019.
Setelah menjabat sebagai wagub, Gus Ipul maju di Pilwalkot Pasuruan 2020. Gus Ipul kemudian mengemban tugas menjadi wali kota Pasuruan sejak 26 Februari 2021 hingga hari ini. Seusai dilantik Jokowi sebagai mensos, secara otomatis Gus Ipul mengundurkan diri dari jabatan wali kota Pasuruan.
Tokoh Nahdlatul Ulama
Gus Ipul diketahui merupakan salah satu tokoh di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Dilansir dari laman NU Online, ia merupakan cicit dari salah satu pendiri NU sekaligus Rais 'Aam PBNU 1971-1980, yakni Bisri Syansuri.
Ia tercatat pernah menjabat sebagai ketua umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, organisasi sayap kepemudaan NU selama dua periode, yaitu pada 2000-2005 dan 2005-2010.
Baca Juga
Kemudian, Gus Ipul melanjutkan bakti dengan menjabat sebagai A'wan PBNU periode 2010-2015. Pada periode 2015-2021, Gus Ipul diangkat sebagai salah satu ketua PBNU, di bawah kepemimpinan Said Aqil Siradj.
Pengabdian Gus Ipul di lingkungan NU mencapai puncaknya seusai muktamar ke-34 di Lampung. Gus Ipul ditetapkan mendampingi Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, untuk menjabat sebagai sekretaris jenderal PBNU masa khidmah 2022-2027.

