Tiga Motto Perjalanan Apostolik ke RI, Paus Fransiskus Beri Maknanya
JAKARTA, investortrust.id - Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia, Paus Fransiskus, mengungkap makna dibalik tiga motto yang ia pilih dalam lawatan perjalanan apostolik ke wilayah Asia-Oseania, termasuk Indonesia. Untuk diketahui, tiga motto yang dimaksud oleh Paus Fransiskus adalah iman, persaudaraan dan belas kasih.
"Saya pikir ini adalah tiga kebajikan yang mengekspresikan dengan baik perjalanan Anda sebagai Gereja dan karakter Anda sebagai umat, yang beragam secara etnis dan budaya," kata Paus dalam pidatonya di Gereja Katedral, Jakarta, Rabu (4/9/2024).
Motto pertama, adalah iman. Disampaikan Paus, Indonesia merupakan negara besar dengan banyak kekayaan alam, dalam hal flora, fauna, sumber energi, bahan baku, dan sebagainya. Menurut dia jika dilihat secara dangkal, kekayaan yang begitu besar itu bisa jadi alasan untuk berbangga diri atau sombong. tetapi jika dipikirkan dengan pikiran dan hati yang terbuka, kekayaan itu justru bisa menjadi pengingat akan Tuhan.
Baca Juga
Paus Fransiskus Puji Pembukaan UUD 1945: 2 Kali Sebut Allah dan Keadilan Sosial
"Sesungguhnya, Tuhanlah yang memberikan semua ini, tidak ada sejengkal pun dari wilayah Indonesia yang tidak mengagumkan, atau satu momen pun dalam kehidupan jutaan penduduknya yang bukan merupakan anugerah dari Tuhan, suatu tanda kasih-Nya yang tak bersyarat dan kekal sebagai Bapa," ungkap Paus.
Dengan anugerah yang demikian, Paus menyerukan agar umatnya di Tanah Air dapat melihat semua yang telah diberikan Tuhan dengan mata yang rendah hati, untuk menyadari diri sebagai orang yang kecil dan terkasih. Selain itu juga untuk menumbuhkan rasa syukur dan tanggung jawab.
Setelah iman, kata kedua dalam motto tersebut adalah persaudaraan. Diceritakan Paus, seorang penyair abad ke-20 menggunakan ungkapan indah untuk menggambarkan sikap ini. Penyair itu menulis bahwa menjadi saudara dan saudari berarti saling mencintai dengan mengakui satu sama lain "seberbeda dua tetes air" (W. Szymborska, "Nulla due volte accade", dalam La gioia di scrivere. Tutte le poesie (1945-2009), Milano 2009, 45).
"Ungkapan itu menggambarkannya dengan sempurna. Tidak ada dua tetes air yang sama, tidak juga dua saudara laki-laki atau saudara perempuan, bahkan saudara kembar pun tidak sepenuhnya identik. Maka, menghayati persaudaraan berarti saling menyambut, mengakui satu sama lain sebagai orang yang setara dalam keberagaman," jelas Paus.
Baca Juga
Paus Fransiskus Serukan Belas Kasih Lewat Perumpamaan Arsitektur Gereja Katedral
Terkait persaudaraan, ia mengungatkan soal nilai-nilai yang dijunjung oleh Gereja Indonesia. Paus memuji Gereja Indonesia yang menunjukkan sikap keterbukaan dalam menyikapi berbagai realitas internal dan eksternal yang dihadapi pada tingkat budaya, etnis, sosial, dan agama. Secara khusus, ia juga memuji Gereja Indonesia yang dinilai menghargai kontribusi semua orang dan dengan murah hati menawarkan bantuan dalam setiap situasi.
"Saya mengajak Anda untuk selalu bersikap terbuka dan ramah kepada semua orang - "bergandengan tangan", seperti yang dikatakan oleh Romo Maxi - para nabi persekutuan, di tengah dunia yang kecenderungan untuk memecah belah, memaksakan, dan memprovokasi satu sama lain tampaknya terus meningkat," seru Paus.
Dan motto terakhir adalah belas kasih. Motto ini, kata Paus, sangat erat kaitannya dengan persaudaraan.
"Kita tahu bahwa belas kasih tidak berarti memberi sedekah kepada saudara-saudari yang membutuhkan, memandang rendah mereka dari "menara" keamanan dan kesuksesan kita sendiri," terang Paus.
Sebaliknya, Paus memaknai belas kasih berarti mendekatkan kita satu sama lain, menyingkirkan segala sesuatu yang dapat menghalangi kita untuk membungkuk menyentuh mereka yang terkapar di tanah, mengangkat mereka dan memberi mereka harapan.
Baca Juga
Lebih jauh, belas kasih berarti merangkul mimpi dan keinginan mereka akan kebebasan dan keadilan, merawat mereka, mendukung mereka sambil juga melibatkan orang lain, memperluas "jaring" dan batas-batas untuk menciptakan dinamika kasih yang sangat luas.
"Belas kasih membuat kita melihat segala sesuatu dengan lebih baik, dalam terang kasih," sebut Paus.
Kepala Negara Vatikan itu diketahui akan melanjutkan lawatannya di Jakarta dengan mengunjungi Masjid Istiqlal, Kamis (5/9/2024) pagi esok hari untuk melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh lintas agama. Kemudian sebagai puncak acara perjalanan apostoliknya ke Indonesia, Paus dijadwalkan akan memimpin misa akbar bersama puluhan ribu umat katolik di Gelora Bung Karno, Senayan, Kamis (5/9/2024) sore.

