Risma Temui Jokowi di Istana, Mundur dari Mensos?
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/8/2024). Risma yang mengenakan batik berwarna merah dengan paduan warna hitam keluar dari kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 09.00 WIB.
Risma membenarkan telah bertemu Presiden.
"Iya (baru bertemu Presiden)," kata Risma di kompleks Istana Kepresidenan.
Baca Juga
Risma tampak semringrah dan melambaikan tangan ke awak media. Namun, Risma hanya tersenyum lebar saat ditanya tujuannya menemui Jokowi. Termasuk saat dikonfirmasi kehadirannya di Istana Kepresidenan terkait rencananya mundur sebagai menteri sosial.
Risma terus berjalan dan masuk ke dalam mobil Toyota Alphard hitam berpelat nomor B 8191 ZZH. Mobil tersebut langsung meninggalkan awak media.
Risma diketahui telah mendaftar sebagai bakal calon gubernur (cagub) di Pilkada Jawa Timur (Jatim) 2024 ke KPU Jatim, Kamis (29/8/2024) malam. Risma didampingi pengasuh Pondok Pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans. Pasangan ini diusung PDIP dan Partai Hanura.
Risma-Gus Hans akan menghadapi pasangan petahana, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak yang diusung 15 parpol. Selain itu, terdapat juga pasangan Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Hakim yang diusung PKB.
Sebelumnya, Risma menyatakan serius bertarung di Pilkada Jatim. Bahkan, Risma mengaku akan mengundurkan diri sebagai mensos.
"Mundur, saya akan mundur," kata Risma seusai ziarah ke makam Sunan Bungkul di Taman Bungkul Surabaya, Kamis (29/8/2024).
Baca Juga
Elektabilitas Risma Urutan Kedua di Pilkada Jatim, PDIP: Karena Belum Bergerak
Risma mengaku akan menemui Presiden Jokowi pada hari ini, Jumat (30/8/2024) untuk menyampaikan rencananya mengundurkan diri. Meski tak ada ketentuan yang mengharuskan menteri mundur jika maju pilkada, Risma mengaku tetap akan mundur. Mantan Wali Kota Surabaya ini mengaku ingin mundur secara baik-baik karena dilantik sebagai mensos dengan baik-baik.
"Besok insyaallah kalau bisa minta waktu Pak Presiden untuk bisa mengundurkan diri, tetapi di aturan tidak diatur , tetapi saya akan mengundurkan diri. Iyu kewenangan beliaunya," katanya.

