Anies Baswedan Terdepak dari Gelanggang Pilkada Jakarta 2024
JAKARTA, investortrust.id - Mantan Gubernur DKI, Anies Baswedan tampaknya harus mengubur harapannya berlaga di Pilkada Jakarta 2024. Partai politik yang diharapkan Anies memberikan tiket kepadanya untuk masuk gelanggang telah memutuskan mengusung calon lain.
Setelah kalah di Pilpres 2024, Anies mulanya menatap Pilkada Jakarta 2024 dengan penuh keyakinan. Bermodal raihan suara 40,9 juta atau 24,9% di Pilpres 2024, Anies kerap bertengger di urutan pertama dalam sejumlah survei Pilkada Jakarta 2024. Survei mengenai Pilgub Jakarta 2024 terakhir kali dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Minggu (18/8/2024) lalu.
Baca Juga
Beredar Flyer Bakal Daftarkan Anies di Pilkada Jakarta, PKB: Hoax
Dalam survei itu, Anies menempati urutan pertama dengan elektabilitas 42,8% disusul mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil yang meraih 34,9%.
Apalagi, Anies saat itu telah didukung oleh Partai Nasdem dan PKS yang merupakan partai pengusungnya di Pilpres 2024. Partai Nasdem menyatakan mendukung Anies pada 22 Juli 2024. Dukungan itu disampaikan Sekjen Partai Nasdem Hermawi Taslim di Nasdem Tower. Sebulan sebelumnya, Presiden PKS Ahmad Syaikhur menyatakan partainya mendukung Anies dengan didampingi Sohibul Iman pada 25 Juni 2024. Partai pengusung Anies lainnya di pilpres, yakni PKB belum memutuskan sikap meski DPW PKB DKI mengusulkan untuk mendukung mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.
Namun, takdir berkata lain. Partai Nasdem, PKS, dan PKB meninggalkan Anies dan memutuskan bergabung dengan partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang merupakan koalisi pendukung presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Dengan demikian, PKS, Nasdem, dan PKB turut mengusung cagub Jakarta yang didukung Koalisi Indonesia Maju, yakni Ridwan Kamil.
PKS pun menyodorkan nama kadernya yang merupakan mantan Menteri Pertanian Suswono untuk menjadi pendamping Ridwan Kamil.
Harapan Anies untuk berlaga di Pilgub Jakarta yang mulai meredup kembali menyala setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menurunkan ambang batas atau threshold pencalonan kepala daerah melalui putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 pada 20 Agustus 2024. Dengan putusan MK ini, parpol atau gabungan parpol cukup meraih 7,5% suara sah pada Pemilu 2024 atau 454.885 suara.
PDIP yang belum memutuskan nama cagub Jakarta yang diusung menjadi tumpuan harapan Anies. Hal ini karena dengan putusan MK, PDIP yang mengantongi 850.174 suara sah atau 14% dapat mengusung calon sendiri tanpa perlu berkoalisi dengan partai lain.
Isu Anies bakal diusung PDIP menguat pada Senin (26/8/2024). Pada hari itu, DPP PDIP memang mengagendakan akan mengumumkan calon kepala daerah gelombang ketiga.
Dengan mengenakan baju berwarna merah yang merupakan warna khas PDIP, Anies pamit kepada sang ibu untuk ke kantor DPP PDIP. Bahkan, beredar foto Anies bertemu mantan Gubernur Banten Rano Karno yang diisukan akan mendampinginya. Namun, hingga pengumuman calon kepala daerah gelombang ketiga usai, DPP PDIP tidak mengumumkan nama bakal cagub-cawagub di Pilkada Jakarta 2024.
Pada sore hari, beredar kabar, PDIP batal mengusung Anies dan memilih mendukung kadernya sendiri, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung yang didampingi Rano Karno.
Kabar itu dibenarkan Bendahara Umum (Bendum) DPP PDIP Olly Dondokambey, Selasa (27/8/2024). Dikatakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah memanggil dan meminta Pramono Anung untuk dicalonkan di Pilkada Jakarta 2024. Pramono menyanggupi permintaan Megawati tersebut setelah berkomunikasi dengan sejumlah pihak.
"Kemarin memang Pak Pramono dipanggil ibu dan diminta untuk mencalonkan, calon gubernur DKI, itu saja. Pak Pramono berkoordinasi dengan beberapa orang, sehingga ternyata dia jadi bersedia, itu saja," kata Olly.
Baca Juga
Dengan didampingi sejumlah elite PDIP, termasuk mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Pramono Anung dan Rano Karno mendaftar ke KPU DKI, Rabu (27/8/2024).
Kandasnya asa Anies kembali bertarung memperebutkan Jakarta 1 kian telak saat PKB bersama 12 partai lain mendampingi Ridwan Kamil-Suswono mendaftar ke KPU DKI. Bahkan, Ketua DPW PKB DKI, Hasbiallah Ilyas turut mengantarkan Ridwan Kamil saat mendaftar ke KPU DKI.
Hasbiallah sempat berkomentar mengenai isu yang menyebut partainya akan mengusung Anies. Ditekankan, kehadirannya mendampingi pasangan Ridwan Kamil-Suswono merupakan fakta dukungan PKB kepada pasangan yang diusung Koalisi Indonesia Maju.
"Lihat faktanya saja hari ini. Faktanya hari ini PKB sudah mendaftarkan Pak Ridwan Kamil-Suswono," tegasnya.
Meski demikian, beredar flyer yang menyebut PKB bersama Partai Buruh, Partai Hanura, dan Partai Ummat mendaftarkan Anies ke KPU DKI pada hari terakhir, Kamis (29/8/2024). Flyer dan isu bermanuver di hari terakhir ini dibantah dengan tegas oleh Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid. Gus Jazil, sapaan Jazilul Fawaid menegaskan isu tersebut kabar bohong atau mengusungnya.
"Itu hoax," tegasnya.
Dengan demikian, tidak ada lagi partai atau gabungan partai yang memenuhi ambang batas pencalonan untuk mengusung Anies di Pilkada DKI. Perolehan suara Partai Buruh, Partai Hanura, dan Partai Ummat di Pemilu 2024 tak mencukupi untuk mengantarkan Anies ke KPU DKI. Partai Buruh hanya memiliki 69.980 suara, 56.274 suara, dan Partai Hanura 26.539 suara. Secara total, ketiga partai itu hanya mengantongi 152.793 atau masih butuh 302.092 suara untuk mencapai syarat 7,5%
KPU DKI memang masih membuka pendaftaran cagub-cawagub Jakarta pada hari terakhir hingga pukul 23.59 WIB. Namun, berdasarkan informasi hanya satu pasangan calon yang mendaftar. Bukan Anies, pasangan yang mendaftar adalah pasangan calon dari jalur independen Dharma Pongrekun-Kun Wardana.
"(Dharma-Kun) Yang pasti konfirmasinya hari terakhir," kata Ketua KPU DKI Wahyu Dinata di kantor KPU DKI di Jakarta, Rabu (28/8/2024).

