Menteri BUMN Ajak Entrepreneur dan Sektor Swasta Bantu Tangani Isu Sensitif Nasional, Apa Itu?
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengajak sektor swasta dan entrepreneur muda untuk membantu mencari solusi isu nasional yang cukup sensitif mulai dari isu kesehatan mental, malnutrisi pada ibu dan anak, hingga pangan dan masalah lingkungan.
Erick memaparkan, pada tahun 2020, sebanyak 149 juta anak di dunia mengalami stunting dan 6,3 juta di antaranya adalah anak di Indonesia.
"Coba kita lihat datanya di sini, bagaimana di tahun 2020, 149 juta (anak) banyak yang mengalami kurang gizi, di kita (Indonesia) ada 6,3 juta (anak),'' kata Erick di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Minggu (25/8/2024).
Ia juga menyampaikan, masalah kesehatan mental pun patut diperhatikan. Pasalnya, 61% remaja di Indonesia pernah berpikir untuk mengambil tindakan bunuh diri. Di mana, hanya 10,4% yang menerima perawatan.
Baca Juga
Bank Mandiri Jadi Presenting Partner, Erick Thohir: Komitmen PSSI Tidak Andalkan Dana Pemerintah
"Saya terus terang kaget-kaget, 1 dari 3 remaja Indonesia mengalami issue mental. Lalu, kasus bunuh diri ini yang realitas hari ini tidak banyak yang tertulis/terdata. Ini kan issue, yang kita mesti hadir,'' ujar Erick.
Tak sampai di situ, lanjut Erick, Indonesia tercatat sebagai pengguna pestisida terbesar ketiga di dunia yakni sekitar 283 kiloton sepanjang tahun 2021.
Dia mengatakan, karena banyaknya penggunaan pestisida maka kondisi lahan di Tanah Air terdegradasi sekitar 25% serta pengolahan limbah secara nasional pun hanya sekitar 30% saja.
"25% dari lahan yang ada di Indonesia ini karena pestisida kita tinggi menjadi lahan yang kurang baik. Lalu kita lihat juga banyak sekali limbah-limbah. Kalau saya lihat data yang lain, mungkin salah satu negara yang menghasilkan limbah terbesar adalah kita (Indonesia),'' papar Erick.
Erick pun mengatakan, solusi daripada mengatasi isu-isu tersebut adalah menggandeng sektor swasta dan para entrepreneur muda melalui program ''Pikiran Terbaik Negeri.''
''Kita harus membangun ekosistem kebersamaan menyelesaikan solusi ini bersama-sama. Bahkan, ini sudah ada 20 inovator terbaik,'' imbuhnya.

