Jawaban Zulhas soal Prediksi Tambahan Kursi Menteri PAN di Kabinet Prabowo
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan alias Zulhas buka suara soal prediksi adanya tambahan kursi menteri bagi kader-kader partai berlogo matahari itu di kabinet pemerintahan Prabowo Subianto mendatang.
Diketahui prediksi itu sempat dilontarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka rangkaian Kongres VI PAN di Jakarta.
"Ah itu hak Pak Presiden terpilih (Prabowo), hak prerogatif, kita mengerti ya," jawab Zulhas ditemui usai penutupan Kongres VI PAN di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Sabtu (24/8/2024) malam.
Baca Juga
Tutup Kongres PAN, Zulhas Ajak Kader Wujudkan Partai Modern-Demokratis
Di acara penutupan Kongres VI, dalam pidato politiknya, ZUlhas secara terang-terangan mengungkit soal konsistensi dukungan PAN kepada Prabowo dalam tiga edisi Pilpres terakhir. Ia mengatakan PAN tidak pernah pindah ke lain hati, artinya tetap setia mendukung Prabowo dalam Pilpres tahun 2014, 2019 dan 2024.
"Kami kader PAN dan Gerindra sudah menyatu, PAN ya Gerindra, Gerindra saudara PAN, kita berjuang 15 tahun," ungkap dia.
Sebelumnya Jokowi blak-blakan memprediksi jatah kursi menteri untuk kader-kader PAN di kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan bertambah lebih banyak dibanding saat ini. Menurut Jokowi hal itu lantaran PAN menjadi yang paling konsisten mendukung Prabowo di kontestasi Pilpres.
"Tiga kali berturut-turut konsisten dan paling konsisten (mendukung Prabowo)," kata Jokowi dalam pembukaan Kongres VI dan HUT ke-26 PAN di Ballroom Kempinski, Jakarta, Jumat (23/8/2024).
Baca Juga
Deretan Pernyataan Prabowo di Kongres PAN, Singgung Hubungannya dengan Jokowi
Momen disampaikannya pernyataan itu turut disaksikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani, yang juga merupakan orang dekat dari Prabowo. Bahkan Jokowi tidak segan untuk mengingatkan Muzani soal konsistensi dukungan dari PAN ini.
"Mestinya ada tambahan (kursi menteri), tiga kali Pak Muzani, tiga kali konsisten, tambahnya terserah Pak Prabowo karena beliau yang memiliki hak prerogatif," tutur Jokowi.

