Rosan Roeslani Diisukan Isi Posisi Menteri Investasi/Kepala BKPM, Ini Profilnya
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan kembali merombak (reshuffle) Kabinet Indonesia Maju pada Senin (19/8/2024). Pengusaha Rosan Perkasa Roeslani dikabarkan akan masuk ke kabinet sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Rosan akan mengisi kursi yang sebelumnya diisi oleh Bahlil Lahadalia. Bahlil dikabarkan akan berganti posisi menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang sebelumnya dijabat oleh Arifin Tasrif.
Rosan dikenal sebagai pendiri dari PT Recapital Advisors atau Recapital Group bersama dengan Sandiaga Salahuddin Uno yang kini menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). Perusahaan investasi yang berdiri pada 1997 dengan nama PT Republik Indonesia Funding itu terbilang sukses mengelola sejumlah perusahaan di berbagai sektor industri, mulai dari finansial, kesehatan, manufaktur, media, pertambangan, properti, hingga ritel.
Pria berusia 55 tahun itu berhasil masuk dalam daftar 100 orang terkaya di Indonesia yang dirilis oleh Forbes pada 2021. Dia tercatat di urutan ke-87 dengan nilai kekayaan mencapai US$ 450 juta.
Rosan juga dikenal aktif di berbagai organisasi. Dia pernah menjabat sebagai Penasihat Keuangan Asosiasi Koperasi Batik Indonesia (1997-2002), Treasury Bursa Berjangka Jakarta (2001 - 2003), Anggota Komite Investasi di Fortman Cline Asia (2003 - 2007), Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau Hipmi (2005-2008), dan Ketua Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia (2015-2021).
Saat menjabat sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan menerima penghargaan bintang jasa dari Pemerintah Belgia, yaitu Commander in the Order of Leopold of Belgium. Gelar yang diberikan pada 2017 ini merupakan bentuk pengakuan atas inovasi dan kontribusinya yang berhasil memajukan hubungan perdagangan dan industri antara Indonesia dan Belgia.
Pengusaha yang pernah mengakuisisi kepemilikan klub sepakbola Italia, Inter Milan itu mulai aktif di pemerintahan semenjak periode kedua kepemimpinan Jokowi. Rosan pernah menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Omnibus Law (2019), Ketua Badan Penasihat Badan Arbitrase Nasional atau BANI (2019-2021), Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (2021-2023) dan Wakil Menteri BUMN (2023).
Kemudian untuk kiprahnya di dunia politik, Rosan merupakan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin pada Pemilu 2019. Pada Pemilu 2024, dia merupakan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon (paslon) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang akan memulai pemerintahannya pada Oktober 2024 mendatang.
Rosan juga ditugaskan oleh paslon terpilih itu untuk mendirikan organisasi bernama Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). GSN merupakan transformasi dari TKN Prabowo-Gibran yang mengakhiri tugasnya setelah berakhirnya Pemilu 2024.
Untuk latar belakang pendidikan, Rosan merupakan sarjana di bidang administrasi bisnis lulusan Oklahoma State University AS pada 1993. Dia meneruskan studinya di Belgia dan meraih gelar master di bidang administrasi bisnis dari Antwerpen European University pada 1995.
Sebagai catatan, pada Senin (19/8/2024) Jokowi dikabarkan akan melantik sejumlah sosok untuk mengisi jabatan menteri di Kabinet Indonesia Maju. Selain Rosan dan Bahlil, kabarnya akan melantik politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Supratman Andi Atgas sebagai Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) menggantikan Yasonna Laoly.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) juga diisukan akan digantikan oleh politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Wilayah/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga dikabarkan akan melantik sejumlah pejabat tinggi negara. Beberapa nama yang diisukan akan dilantik, antara lain Dadan Hindayana yang akan menjadi Kepala Badan Gizi Nasional, lembaga yang baru dibentuk pada pada Kamis, (15/8/2024) lalu untuk mengurusi program makan bergizi gratis.
Jokowi dikabarkan juga akan melantik Rizka Andalusia sebagai Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPOM dan Direktur Jenderal (Dirjen) Kefarmasian dan Alat Kesehatan-Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

