Makna Pakaian Adat Melayu Sambas yang Dikenakan Ma'ruf Amin di HUT RI
JAKARTA, investortrust.id – Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengenakan pakaian adat Suku Melayu Sambas saat menghadiri upacara peringatan HUT Ke-79 Kemerdekaan Indonesia, Sabtu (17/08/2024).
Ma'ruf Amin dan Wury Ma'ruf Amin tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 09.35 Keduanya tampak serasi mengenakan busana adat Suku Melayu Sambas, Pontianak, Kalimantan Barat. Wapres menggunakan setelan Teluk Belanga warna kuning emas, dipadu kain sarung corak insang dengan warna senada di pinggang dan memakai penutup kepala yang biasa disebut Tanjak. Sementara itu, Wury Ma’ruf Amin juga tampak anggun mengenakan baju kurung polos bernuansa kuning emas dipadu dengan selendang senada yang juga bercorak insang.
Pakaian adat yang dikenakan oleh Wapres dan Wury Ma’ruf Amin tidak hanya mencerminkan aspek fungsional, tetapi juga mengandung makna mendalam dari segi budaya dan tradisi. Berdasarkan sejarahnya, warna kuning emas melambangkan kejayaan, kemakmuran, dan keagungan.
Baca Juga
Profil Tim Nusantara Baru, Paskibraka Pengibar Sang Merah Putih di IKN
Sementara, hal menarik terlihat dari corak insang yang terinspirasi oleh masyarakat Pontianak yang tinggal di sepanjang Sungai Kapuas. Berangkat dari inspirasi ini, insang ikan dijadikan sebagai media ungkapan seni dan memberi arti simbol dari nafas, kehidupan, dan terus bergerak. Selain itu corak insang ikan juga merupakan ungkapan rasa cinta kepada alam dan lingkungan serta semangat hidup sehari-hari yang dinamis.
Dengan demikian, makna filosofis dari pakaian adat yang dikenakan Wapres pada hari ini secara garis besar melambangkan kejayaan untuk seluruh Indonesia, simbol dalam menyambut Indonesia Emas 2045, tidak hanya untuk manusia tetapi juga untuk seluruh sumber dayanya.
Di sisi lain, pemilihan baju adat Pontianak, Kalimantan Barat juga melambangkan keragaman yang dimiliki Indonesia. Sebagaimana diketahui, pada perayaan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia 2022 lalu, Wapres dan Wury Ma’ruf Amin menggunakan pakaian adat Banten, Jawa Barat. Sementara, pada 2023 menggunakan pakaian adat Koto Gadang, Sumatera Barat. Keseluruhan pemilihan busana tersebut memiliki filosofi masing-masing.
Pada momen peringatan hari kemerdekaan ini, Ma'ruf Amin sempat memberikan ucapan selamat dalam rekaman video. Ma'ruf Amin menyampaikan meminta segenap bangsa terus bergandengan tangan membangun Indonesia maju di setiap kesempatan.
“Saya berharap kita dapat memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk terus memajukan Indonesia, baik di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun teknologi,” pesan Wapres.
Melalui kerja keras, inovasi, dan sinergi kuat seluruh elemen bangsa, Wapres pun meyakini Indonesia dapat meraih masa depan yang semakin gemilang.
“Tentu saja masih banyak tantangan yang harus dihadapi sebagai bangsa yang terus berkembang. Namun, saya yakin dengan semangat persatuan dan gotong royong yang telah mengakar kuat dalam diri bangsa Indonesia, kita akan mampu mengatasi segala rintangan tersebut,” imbuh Wapres.
“Bersama-sama melangkah maju menuju Nusantara Baru, Indonesia Maju,” pungkasnya.
Selain upacara pagi, pada sore harinya Ma'ruf Amin dan Wury Ma’ruf Amin juga dijadwalkan hadir mengikuti upacara penurunan bendera Sang Saka Merah Putih di halaman Istana Merdeka.
Baca Juga
Peringatan HUT RI tahun ini terasa lebih istimewa. Dengan mengangkat tema “Nusantara Baru, Indonesia Maju”, upacara penaikan dan penurunan bendera diselenggarakan secara serentak di dua kota, yaitu Jakarta dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Negara Iriana Jokowi dan peesiden terpilih Prabowo Subianto hadir secara langsung di Istana Negara IKN. Sementara, Ma’ruf Amin didampingi Wury Ma’ruf Amin beserta wapres terpilih Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda mengikuti upacara dari halaman Istana Merdeka, Jakarta. Upacara di dua kota ini adalah menunjukkan transisi perpindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Nusantara dan juga transisi keberlanjutan pemerintahan ke pemerintah yang baru.

