Dalam Sidang Kabinet di IKN, Jokowi Sapa Prabowo dengan Presiden Terpilih
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyapa Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dengan sapaan presiden terpilih. Momen itu terjadi saat Jokowi menyampaikan pengantar sidang kabinet paripurna di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (12/8/2024). Sidang kabinet ini merupakan yang pertama kali digelar di IKN.
“Yang saya hormati, bapak wakil presiden. Yang saya hormati, Bapak presiden terpilih, Bapak Prabowo Subianto,” kata Jokowi.
Baca Juga
Jokowi Tegaskan Pemindahan Ibu Kota ke IKN Dorong Pemerataan Ekonomi
Secara umum, sidang kabinet paripurna ini membahas mengenai IKN, keberlanjutan serta transisi di kementerian menuju pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Sidang kabinet ini juga membahas mengenai penurunan purchasing manager’s index (PMI) pada Juli 2024 hingga berada di level 49,3.
Dalam pengantarnya, Jokowi menekankan, pemindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN bukan sekadar perpindahan fisik semata. Lebih dari itu, pemindahan ini juga menjadi momentum perpindahan pola pikir atau mindset dan pola kerja.
“Kita bisa bekerja dari mana saja, juga pindah mobilitasnya. Karena mobilitas di Ibu Kota Nusantara semuanya memakai kendaraan listrik dan juga energinya memakai energi hijau. Bangunan di sini semuanya diarahkan ke green building dan aksesibilitasnya juga diprioritaskan untuk pejalan kaki dan yang naik sepeda,” jelas Jokowi.
Jokowi menjelaskan IKN akan dikembangkan dengan konsep ekonomi hijau dan ekonomi digital. Hal tersebut sejalan dengan salah satu poin Asta Cita Prabowo-Gibran yang juga memiliki fokus pada ekonomi hijau, ekonomi kreatif, dan ekonomi biru.
Pada kesempatan yang sama Jokowi turut mengungkap keuntungan yang didapatkan oleh masyarakat di Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur dengan pemindahan ibu kota ini. Dikatakan, pemindahan ibu kota akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan dan Penajam Paser Utara.
“Salah satu alasan kenapa ibu kota pindah karena kita ingin pemerataan, karena kita tahu 58% GDP ekonomi itu ada di Jawa, sehingga kita ingin memeratakan (ekonomi) untuk juga keluar Jawa dan mendapatkan perputaran ekonominya,” sambung dia.
Dalam konferensi pers seusai rapat kabinet, Prabowo menegaskan komitmen dan tekadnya untuk melanjutkan pembangunan IKN. Prabowo mengatakan, Jokowi telah mengambil peran sejarah dengan menginisiasi pemindahan ibu kota negara dan pembangunan IKN. Untuk itu, sebagai presiden periode 2024-2029, Prabowo menyatakan tugasnya melanjutkan dan berupaya menuntaskan pembangunan IKN yang telah diinisiasi Jokowi.
“Pak Jokowi saya kira sudah mengambil peran sejarah beliau yang inisiasi, minimal saya lanjutkan, kalau bisa saya ikut yang menyelesaikan,” tegasnya.
Baca Juga
Prabowo meyakini fungsi IKN sebagai ibu kota negara dapat bisa berjalan dalam kurun waktu 3 hingga 5 tahun mendatang.
“Walaupun kita sadar pembangunan ibu kota itu bukan pekerjaan yang sebentar, pekerjaan yang lama, berat, tetapi saya percaya dalam 3, 4, 5 tahun, fungsi daripada ibu kota ini sudah bisa berjalan ya,” katanya.

