Kementerian PUPR Kembali Rampungkan Pembangunan Infrastruktur, Kali Ini Flyover di Jawa Timur
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menuntaskan pembangunan jembatan layan atau flyover Djuanda di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pembangunan jembatan ini menelan dana Rp 363,29 miliar.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan, flyover Djuanda telah dibuka untuk kendaraan umum guna mengurai simpul kemacetan imbas penyumbatan (bottleneck) lalu lintas di simpang tiga Bundaran Aloha sekaligus memperlancar arus lalu lintas pada perlintasan sebidang rel kereta api yang berada di Jalan Akses Bandara Internasional Juanda di Surabaya, Jawa Timur.
Baca Juga
Air Bersih IKN Bakal Diuji Sucofindo, PUPR Sebut 10 Agustus Sudah Aman Dikonsumsi
“Dengan selesainya pembangunan flyover ini dapat mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di persimpangan Bundaran Aloha, tepatnya antara pertemuan Jalan Nasional Surabaya – Sidoarjo dengan Jalan Akses Bandara Juanda. Selain itu dengan pembangunan flyover juga dapat mengurangi risiko kecelakaan pada perlintasan kereta api jurusan Surabaya – Malang,” kata Basuki dalam keterangan tertulis, Selasa (6/8/2024).
Sebagai informasi, pembangunan Flyover Djuanda berada di bawah tanggungjawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR sejak tanggal kontrak 1 November 2022 dengan kontaktor pelaksana PT Wijaya Karya (Persero) - PT Nindya Karya (Persero) KSO.
“Biaya pembangunannya menggunakan dana SBSN tahun 2022-2024 (MYC) senilai Rp 363,29 miliar untuk pembangunan jembatan layang sepanjang 858 meter,” terang Basuki.
Baca Juga
Secara konstruksi, Flyover Juanda memiliki total panjang 858 meter dengan dua struktur jembatan layang, yakni flyover A yang menghubungkan dari arah Sidoarjo menuju Jalan Akses Bandara Juanda sepanjang 435 meter dan flyover B yang menghubungkan Akses Bandara Juanda menuju Surabaya sepanjang 423 meter.
“Untuk mendukung keselamatan pengendara, pada Flyover Djuanda juga dilengkapi lampu penerangan yang ditanam di struktur parapet menyorot ke arah jalan per jarak 3 meter sepanjang struktur flyover, sedangkan pada area oprit dan frontage dipasang lampu PJU tiang yang menggunakan sumber daya solar cell,” jelas Basuki.
Tak sampai di situ, lanjut Basuki, ornamen bangunan Flyover Djuanda juga akan memperhatikan aspek beautifikasi dengan mengedepankan seni dan budaya lokal, serta dilengkapi lansekap.

