Sekjen PAN Pastikan Koalisi Indonesia Maju Tetap Solid Hadapi Pilkada 2024
JAKARTA, investortrust.id - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (Sekjen PAN), Eddy Soeparno, memastikan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) tetap solid menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 pada November mendatang.
Eddy mengatakan saat ini tengah terjadi utak-atik bakal calon pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) di antara partai KIM di sejumlah daerah. Ia mengakui adanya perbedaan yang terjadi di internal KIM dalam mengusung pasangan calon di sejumlah pilkada.
"Kalau perpecahan saya pastikan tidak, tetapi di KIM ini ada empat partai yang duduk di parlemen, sementara pilkada hanya ada cagub dan cawagub, hanya dua, dua lainnya pasti akan tertinggal. Nah, di sini kemudian butuh pembahasan di internal KIM," jelasnya saat ditemui di kantor DPP PAN, Jakarta, Minggu (14/7/2024).
Baca Juga
Zulhas Beberkan Jagoan PAN di Pilkada Jateng 2024, Bukan Kaesang
Ia tidak menampik saat ini tengah terjadi pembahasan yang alot terkait pasangan cagub dan cawagub yang akan diusung oleh KIM, khususnya di daerah-daerah strategis seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), dan Jawa Timur (Jatim).
"Nanti, masing-masing di antara anggota KIM itu bisa mengajukan kadernya, kalau tidak bisa di Jakarta mungkin bisa di Jabar (dan seterusnya), nah ini yang sekarang jadi pembahasan," terangnya.
Kepada awak media, Eddy memastikan internal KIM tengah solid dan tidak ada perpecahan. Bahkan, saat ini tengah terjalin komunikasi antara masing-masing sekjen partai anggota KIM untuk membahas pilkada serentak.
"Tapi keputusan akhir nanti ada pada tangan ketum, dalam hal ini Pak Prabowo sebagai ketum Gerindra, Pak Zul sebagai ketum PAN, Pak Airlangga (ketum Golkar) dan Mas AHY (ketum Demokrat)," sebutnya.
Sikap PAN di Pilkada Jakarta
Dalam kesempatan yang sama, Eddy Soeparno turut memberikan tanggapan soal perkembangan Pilkada Jakarta 2024. Diketahui beberapa waktu lalu, Partai Golkar sebagai salah satu anggota KIM, mengusulkan duet Kaesang Pangarep dan pengusaha Jusuf Hamka untuk maju menjadi bakal cagub-cawagub Jakarta.
Eddy menghormati usulan yang muncul dari anggota partai KIM, termasuk wacana Golkar menduetkan Kaesang-Jusuf Hamka di Pilkada Jakarta 2024. Tidak mau kalah, ia pun menyebut PAN memiliki figur yang datang dari internal partai untuk disandingkan dalam pilkada Jakarta mendatang.
"Saya kira itu usulan-usulan yang timbul, kita pun ketika usulan itu keluar kita juga sampaikan, Kaesang dengan Zita Anjani menarik juga," ungkapnya.
Menurutnya masing-masing partai di KIM berhak mengusulkan figur yang dinilai berpotensi meraih kemenangan besar. Namun, ia meyakini siapa pun calon yang akan diusung akan menjadi pertimbangan bersama.
"Jadi saya kira semua orang, semua teman-teman di KIM itu sekarang mengusulkan nama-namanya, itu nanti menjadi pertimbangan di antara ketum untuk memutuskan siapa di Jakarta maupun di Jabar," tuturnya.
Antara Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi di Jabar
Eddy turut menyampaikan pandangan PAN soal perkembangan pilkada Jabar. Salah satu yang menjadi pembahasan intens di tengah internal KIM adalah soal figur Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ridwan Kamil, yang belum ditentukan maju di Pilkada Jakarta atau Jabar.
"Kalau melihat survei hari ini, Ridwan Kamil itu unggul lumayan telak di Jabar dan RK sudah mengatakan siap untuk bertarung di Jabar, tetapi juga memang menunggu perintah dari partai," ungkapnya.
Baca Juga
Respons Wacana Duet Kaesang-Jusuf Hamka, Zulhas: PAN Punya Zita Anjani
Selain Ridwan Kamil, nama lain yang mencuat sebagai salah satu cagub jagoan KIM adalah Dedi Mulyadi yang merupakan kader Gerindra. Eddy Soeparno mengatakan PAN menghormati langkah Golkar dan Gerindra yang hendak mengusung figur dari internal masing-masing, terlebih nama-nama yang diusung memiliki elektabilitas yang cukup baik.
Hal yang sama menurutnya dilakukan PAN dengan tetap menyodorkan nama Bima Arya dan Desy Ratnasari.
"Saya kira sedang menjadi pembahasan, tapi ini bagus nama-nama kan sudah keluar jadi kita sudah tahu siapa yang kira-kira nanti kita akan angkat untuk kemudian dicocokan menjadi pasangan calon dengan potensi kemenangan yang terbesar," ungkapnya.
Meski demikian, ia tidak menampik potensi pertarungan ulang atau rematch antara Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi di Jabar akan terjadi. Namun, ia menegaskan KIM telah bersepakat untuk memaksimalkan pertarungan di Jabar dan DKI Jakarta.
Sebelum memutuskan nama yang akan diusung, PAN dan partai-partai di KIM tengah melakukan sejumlah survei publik. Eddy meyakini partai-partai di KIM tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan untuk mendukung figur yang diusung pada kontestasi pilkada mendatang, khususnya di Jabar dan DKI Jakarta.
"Kita tunggu saatnya pada saat kita sudah sepakat mendapatkan hasil survei terbaik, kemudian kita sepakati siapa yang akan kita usung untuk nanti kita umumkan, masih ada sekitar 40an hari lagi ya," terangnya.

