Jakarta Sukses Gelar IMF 2024, Heru Budi Harap Akselerasi Pencapaian SDGs 2030
JAKARTA, investortrust.id - Pj Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono berharap akselerasi pembangunan berkelanjutan untuk mencapai target sustainable development goals atau SDGs 2030. Hal ini disampaikan Heru Budi setelah Jakarta menjadi tuan rumah International Mayors Forum (IMF) 2024.
Forum internasional yang berlangsung selama tiga hari sejak 2 Juli 2024 tersebut menghasilkan berbagai diskusi yang membangkitkan semangat dan inisiatif baru dalam mencapai agenda pembangunan berkelanjutan.
"Seluruh agenda pembahasan selama tiga hari ini telah terangkum dalam suatu pernyataan bersama yang rancangannya telah disampaikan kepada saya. Aspek-aspek utama yang telah kita sepakati dan dituangkan dalam pernyataan bersama ini hendaknya tidak berakhir sebagai wacana semata,” jelas Heru dalam keterangannya, Kamis (4/7/2024).
Baca Juga
Gibran Belanja Masalah Warga dengan Blusukan di 3 Titik Jakarta
Heru mengapresiasi seluruh peserta yang telah berkontribusi pada diskusi panel, serta berperan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan IMF 2024. Dalam pelaksanaannya, banyak pengalaman dan praktik terbaik dari berbagai kota yang dapat menjadi pembelajaran untuk membangun kota.
Dikatakan Heru, dokumen pernyataan bersama yang dihasilkan dalam IMF 2024 akan menjadi naskah yang merangkum berbagai pemikiran, pencapaian, dan tantangan sebagai sumber inspirasi dalam menghadirkan inisiatif baru. Hal itu dilakukan untuk mempercepat implementasi agenda melalui lokalisasi SDGs.
Heru menekankan peran penting otoritas perkotaan dan perdesaan dalam pembangunan berkelanjutan global.
"Kami menegaskan komitmen terhadap agenda transformasi 2030 untuk pembangunan berkelanjutan di tengah urbanisasi yang cepat, keterbatasan ekonomi, meningkatnya ketidaksetaraan, tantangan lingkungan yang meningkat, dan frekuensi serta magnitudo bencana alam yang semakin meningkat," katanya.
Heru berterima kasih atas kepercayaan kepada Jakarta untuk menjadi ruan rumah penyelenggaraan IMF 2024. Jakarta selanjutnya menyerahkan mandat kepada Toyota City untuk menjadi tuan rumah IMF 2025.
”Selamat kepada Wali Kota Toyota City Bapak Toshihiko Ota dan Ketua Dewan Toyota City Council Bapak Toshiaki Haneda. Harapan terbaik kami sampaikan kepada Toyota City agar IMF 2025 dapat terselenggara dengan sukses, serta memberikan dampak signifikan bagi upaya pembangunan berkelanjutan kawasan perkotaan,” katanya.
Sementara itu, Toshihiko Ota mengapresiasi Jakarta sebagai tuan rumah IMF 2024.
"Kami selaku penyelenggara berikutnya berharap dapat memberikan yang terbaik juga. Untuk itu mohon bantuan dari semua agar kami bisa sukseskan IMF tahun depan," ungkapnya.
Meski memiliki latar belakang dan budaya yang berbeda, Toshihiko Ota mengatakan, setiap kota yang mengikuti IMF mempunyai harapan dan keinginan yang sama, yakni membangun masa depan cerah untuk generasi berikutnya.
”Jadi, harapan saya, semoga berikutnya Toyota City dapat melanjutkan misi dan harapan untuk memberikan yang terbaik bagi generasi selanjutnya," tambahnya
Baca Juga
Telkom Hadirkan Platform Pendidikan di SMA Negeri 40 Jakarta, Ini Manfaatnya
IMF 2024 menghasilkan Deklarasi Jakarta yang menjadi komitmen mendorong lingkungan kota yang tangguh, adaptif, dan inklusif di tengah perubahan iklim, untuk membangun ekonomi lokal yang sejahtera, serta memastikan tidak ada yang tertinggal. Seluruh delegasi IMF 2024 berkomitmen mengidentifikasi dan menangani faktor kunci atau jalur investasi untuk enam transisi SDGs, yaitu sistem pangan, akses dan keterjangkauan energi, konektivitas digital termasuk kecerdasan buatan, pendidikan, pekerjaan dan perlindungan sosial, serta perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati dan polusi.
Komitmen bersama tersebut akan diwujudkan masing-masing kota partisipan melalui peningkatan tata kelola multilevel horizontal dan vertikal, inovasi lokal, kebijakan dan pembiayaan terintegrasi, transformasi digital, inklusivitas ekonomi, praktik lingkungan, pendekatan sinergis, dan keterlibatan komunitas. Untuk mendukung komitmen tersebut, terdapat aksi yang akan dilakukan, yaitu membangun kemitraan multi-stakeholder, membuat tata kelola pemerintahan berbasis data, dan memetakan kesenjangan sosial untuk menjamin pembangunan yang adil dan terpadu.

