Giliran Data Dirjen Perhubungan Udara Diobral di Dark Web
JAKARTA, investortrust.id - Data milik instansi pemerintah kembali “diobral” di dark web. Kali ini, giliran data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Dirjen Hubud Kemenhub) yang diduga dibobol.
Berdasarkan cuitan akun X (Twitter) @FalconFeedsio, data milik Dirjen Hubud Kemenhub bocor dan diunggah di situs BreachForums. Data yang bocor itu diketahui berukuran 3 GB dan memuat informasi sensitif.
Baca Juga
Jokowi Kumpulkan Menteri Bahas Serangan Ransomware ke Pusat Data Nasional
“Seorang anggota BreachForums telah memosting pelanggaran data signifikan yang melibatkan Dirjen Hubud Kemenhub. Database yang bocor berukuran lebih dari 3GB itu berisi data pegawai, password seluruh pengguna aplikasi dan website, foto KTP pegawai, sertifikat peserta pilot drone, dan data penerbangan terkait pesawat,” tulis akun X @FalconFeedsio.
Walaupun demikian, belum bisa dipastikan apakah benar data yang diunggah di situs tersebut milik Dirjen Hubud Kemenhub. Demikian juga kaitannya dengan serangan ransomware terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2, beberapa waktu lalu.
Akun X @FalconFeedsio terbilang sering mengungkap serangan siber terhadap instansi pemerintah dan perusahaan yang ada Indonesia sepanjang Juni 2024. Terakhir, akun tersebut mengungkap kebocoran data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang meliputi nama lengkap, tanggal lahir, alamat surel, nomor telepon, kelompok umur, dan alamat lengkap peserta.
Akun tersebut membeberkan kebocoran data Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polri yang kemudian dijual dengan harga US$ 1.000 atau sekitar Rp 16,3 juta (kurs Rp 16.377 per dolar AS).
Akun @FalconFeedsio juga mengungkapkan kebocoran data Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI. Data intelijen kemiliteran itu diunggah oleh peretas yang mengaku sebagai MoonzHaxor di situs BreachForum.
Bocornya data Kemenhub juga tak luput dari pantauan akun @FalconFeedsio. Akun tersebut mengungkap kebocoran data 30.000 pegawai Kemenhub yang berisii informasi sensitive, seperti nomor identitas, nama, jenis kelamin, lokasi, alamat surel, dan foto.
Baca Juga
Pusat Data Nasional Pakai Windows yang Rentan Serangan Siber, Ini Alasannya
Akun @FalconFeedsio menyatakan adanya kebocoran data Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar. Data yang bocor dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar meliputi nama perusahaan, status, alamat, email, nomor telepon, nama pengguna, lokasi proyek, dan investasi.
Kebocoran data PT Astra International Tbk (ASII) juga diungkapkan oleh akun tersebut. Akun itu menyebutkan data tersebut dijual pihak yang mengaku sebagai Foxs7 di situs DarkForums dengan harga US$ 800 atau Rp 13,1 juta (kurs Rp 16.377 per dolar AS).
Data yang bocor dari perusahaan konglomerasi itu diketahui memuat sejumlah informasi, meliputi nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor paspor, alamat lengkap, nomor ponsel, alamat surel, dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
