Prabowo Ingin Bentuk Presidential Club untuk Diskusi dengan Jokowi, SBY, dan Megawati
JAKARTA, investortrust.id - Presiden terpilih Prabowo Subianto ingin membentuk presidential club. Melalui presidential club ini, Prabowo dapat intens berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.
Juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, presidential club ini bukan berarti mendirikan institusi atau lembaga baru. Presidential club, katanya, menjadi wadah bagi dialog bagi Prabowo bersama presiden sebelumnya dalam membangun bangsa.
"Pak Prabowo perlu berdiskusi dengan Pak Jokowi terus menerus, pun demikian perlu berdiskusi dengan Pak SBY, perlu berdiskusi dengan Ibu Megawati. Karena beliau-beliau ini yang saat ini masih bersama dengan kita semuanya," kata Dahnil dalam keterangan video yang diterima, Minggu (5/5/2024).
Baca Juga
Wakili Alumni Akabri, SBY Doakan Prabowo Sukses Pimpin Bangsa
Dahnil mengatakan, visi utama Prabowo adalah dengan watak politik persatuan dan rekonsiliasi. Semangat keberlanjutan dan persatuan ini, katanya, disimbolisasikan dengan silaturahmi dan dialog yang intens. Prabowo, katanya, ingin berdialog dan berdiskusi dengan para presiden terdahulu sebagai melanjutkan seluruh agenda pembangunan pada pemerintahan Prabowo-Gibran nantinya.
"Semangat keberlanjutan yang dibawa oleh Pak Prabowo itu perlu mendengar dari beliau-beliau yang pernah memimpin Indonesia. Sehingga agenda keberlanjutan pembangunan Indonesia itu bisa dilakukan dengan baik," paparnya.
Dahnil menambahkan, watak politik Prabowo sejak awal adalah semangat persatuan dan mempersatukan. Untuk itu, perlu diskusi dan silaturahmi yang terus menerus mengenai arah pembangunan Indonesia ke depan. Menurutnya, dialog dan diskusi merupakan hal penting dalam menyikapi perbedaan sikap politik. Apalagi, Indonesia menghadapi tantangan geopolitik yang tidak mudah.
"Pak Prabowo sejak awal menyebutkan pentingnya persatuan, pentingnya keguyuban elite. Nah, inilah yang kemudian digunakan istilah presidential club. Jadi bukan membangun institusi baru atau lembaga baru yang namanya presidential club, bukan sama sekali," katanya.
Baca Juga
Ditekankan, presidential club hanya istilah untuk menggambarkan silaturahmi yang rutin dilakukan oleh para mantan presiden dan presiden yang sedang memerintah. Presidential club, katanya, sudah berjalan di Amerika Serikat.
"Itu merujuk dengan apa yang ada di Amerika Serikat misalnya ada presidential club secara informal," kata Dahnil.

