Cek! Inilah Peta Persebaran Keanekaragaman Hayati di IKN
JAKARTA, investortrust.id – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) telah mengungkapkan ada 3.889 spesies flora dan fauna yang ditemukan di IKN dalam radius seluas 50 km. Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air OIKN, Pungky Widiaryanto menerangkan, ada 7 peta persebaran wilayah konservasi yang memiliki luas lahan 65% dari IKN atau sekitar 177.000 hektare (Ha) guna untuk melestarikan keanekaragaman hayati.
“Ada beberapa lanskap yang diidentifikasi memiliki nilai keanekaragaman hayati yang tinggi. Membentang dari Teluk Balikpapan, kemudian menyambung ke Hutan Lindung Sungai Wain, lalu ada koridor satwa juga yang saat ini dikelola oleh PT Inhutani yang kita namakan sebagai Hutan Alam Bukit Bengkirai. Kemudian ke Taman Hutan Raya Bukit Suharto. Lalu, dari Taman Hutan Raya Bukit Suharto disitu ada lanskap (gunung) Parung yang di belakangnya ada lanskap gunung Beratus,” jelas Pungky dalam virtual meeting, Senin (25/3/2024).
Adapun spesies satwa liar yang ditemukan di beberapa wilayah tersebut seperti:
- Teluk Balikpapan: (fauna) Pesut Mahakam, Dugong, Buaya Muara, Penyu Hijau; (flora) Geriting Putih dan Tagal.
- Hutan Lindung Sungai Wain: (fauna) Kura-kura Byuku, Kerangkeng Hitam, Kuau Kerdil Kalimantan, Beruang Madu; (flora) Pohon Keruing dan Segara.
- Gunung Parung: (fauna) Cangak Merah, Lutung Merah, Bekantan, Elang Bondol; (flora) Daun Satin dan Mata Ikan.
- Taman Hutan Raya Bukit Suharto: (fauna) Macan Dahan, Buaya Muara, Owa Kalawat, Rangkok Badak; (flora) Bandang.
- Muara Jawa: (fauna) Codot Kawar, Bajing Tiga Warna, Cekakak Sungai, Bekantan; (flora) Pokok Renek dan Api-api Hitam.
- Bentang Alam Gunung Beratus: (fauna) Bangau Hutan Rawa, Kura-kura Byuku, Trenggiling Jawa/Sunda; (flora) Daun Rawa dan Eceng Padi.
- Samboja Lestari: (fauna) Gajahan Timur, Lutung Merah, Owa Kalawat, Katak Pohon Harlequin; (flora) Mata Panah.
“Keberadaan spesies-spesies ini sebenarnya sudah diidentifikasi lama, sebelum IKN pindah pun sudah diidentifikasi indikasi-indikasinya. Maka dari itu, komitmen pemerintah menetapkan beberapa bentang alam ini sebagai yang dinamakan koridor alam Keanekaragaman Hayati,” pungkas Pungky.

