Advokat Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia
JAKARTA, investortrust.id - Advokat Kamaruddin Simanjuntak meninggal dunia pada hari ini, Senin (19/10/2026). Kamaruddin yang dikenal sebagai pengacara Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J dalam kasus mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo itu meninggal dunia di Rumah Sakit Pelni, Jakarta sekitar pukul 03.00 WIB.
Kabar duka itu dibenarkan rekan sejawat Kamaruddin, Martin Lukas Simanjuntak saat dikonfirmasi.
"Benar (Kamaruddin Simanjuntak meninggal dunia)," kata Martin.
Baca Juga
Dalam unggahannya melalui akun Instagram @martin.lukas.simanjuntak, Martin mengenang sosok Kamaruddin sebagai seorang yang pemberani, tulus, dan peduli kepada mereka yang mengalami ketidakadilan.
"Rest in peace, Bang Kamaruddin Simanjuntak. Beliau sosok pemberani, tulus, dan peduli pada mereka yang mengalami ketidakadilan," ucapnya.
Bagi Martin, Kamaruddin bukan sekadar sahabat dan keluarga Lebih dari itu, Martin menganggap Kamaruddin sebagai guru dan teladan dalam keberanian, keteguhan prinsip, dan perjuangan menegakkan keadilan.
Martin menuturkan, sebuah pengalaman yang tak pernah dilupakannya bersama Kamaruddin. Martin dan Kamaruddin pernah dikepung oleh ribuan massa saat mendampingi seorang terdakwa di Pengadilan Negeri Ciamis. Bahkan, keduanya mendapat ancaman penganiayaan.
"Dalam situasi mencekam, saya bertanya, 'gimana ini, Bang? Kita sudah dikepung, enggak bisa ke mana-mana lagi.' Dengan tenang beliau menjawab, 'sudah, tenang saja. Percayalah, Tuhan menyertai kita. Kita hadapi mereka dengan kepala tegak. Sebagai advokat, kita tidak boleh pernah takut dalam menjalankan pembelaan. Lebih baik kita gugur dengan kepala tegak daripada harus lari menyelamatkan diri karena ketakutan.' Kalimat itu membekas hingga hari ini," tuturnya.
Baca Juga
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia pada Usia 73 Tahun
Dari pengalaman itu, Martin belajar keberanian advokat bukan diukur dari siapa yang dibelanya, melainkan dari keteguhannya memperjuangkan hak setiap orang memperoleh pembelaan hukum, sekalipun orang tersebut dibenci masyarakat. Kamaruddin, katanya, mengajarkan profesi advokat bukan sekadar pekerjaan mencari penghidupan, melainkan panggilan moral memperjuangkan keadilan, meski harus menghadapi tekanan, ancaman, bahkan mempertaruhkan keselamatan diri.
"Itulah salah satu pelajaran hidup paling berharga dari beliau," katanya
"Selamat jalan, Bang Kamaruddin. Terima kasih atas persahabatan, persaudaraan, bimbingan, dan keberanian yang Abang wariskan. Kini Abang telah pergi, tetapi keberanian, keteguhan prinsip, dan semangat perjuangan Abang tetap hidup dalam ingatan kami. Turut berdukacita sedalam-dalamnya untuk Kak Joan dan seluruh keluarga besar. Kiranya Tuhan Yesus memberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan," ucap Martin.
