Perlinsos Sepanjang Hayat, Ini Daftar Program Perlindungan Sosial Era Prabowo
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjalankan beragam program perlindungan sosial (perlinsos) untuk mendukung masyarakat di berbagai kelompok dan kebutuhan. Mulai dari program makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis, pendidikan, perumahan, energi hingga pengembangan usaha, manfaatnya dirangkum dalam satu halaman.
Berbagai program perlindungan sosial itu terangkum dalam buku Perlinsos Sepanjang Hayat. Buku tersebut disusun untuk menjadi panduan masyarakat mengenali berbagai program perlinsos yang dapat diakses sesuai kebutuhan, kondisi dan kriteria penerima manfaat.
Baca Juga
Pemerintah Dorong Perluasan Perlinsos dan Digitalisasi Data Bantuan Sosial 2027
Di bidang kesehatan, sebanyak 96,8 juta masyarakat tidak mampu yang berada di desil 1-5 memperoleh PBI jaminan kesehatan nasional (JKN) dengan iuran BPJS Kesehatan dibayarkan pemerintah. Peserta dapat mengakses berbagai layanan dalam skema JKN sesuai ketentuan.
Selain itu, terdapat program cek kesehatan gratis (CKG) yang memberikan pemeriksaan kesehatan secara gratis setahun sekali bagi seluruh kelompok usia. Pemeriksaan disesuaikan dengan usia dan kondisi penerima manfaat untuk membantu mendeteksi masalah kesehatan lebih dini. CKG memiliki nilai manfaat sekitar Rp 655.000 hingga Rp 1,13 juta per pemeriksaan yang menjangkau sekitar 130,8 juta orang.
Untuk pemenuhan gizi, program makan bergizi gratis (MBG) tercatat memberikan manfaat sekitar Rp 300.000 per bulan atau Rp3,6 juta per tahun kepada 74,56 juta siswa, ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Nilai tersebut dihitung berdasarkan pemberian MBG lima hari per minggu, atau rata-rata 20 hari per bulan dengan unit cost Rp 15.000. Program ini diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi, mendukung tumbuh kembang anak serta meringankan pengeluaran keluarga.
Sementara bagi keluarga miskin dan rentan, terdapat program keluarga harapan (PKH) berupa bantuan tunai berkala. Besaran bantuan berkisar Rp 225.000 hingga Rp 2,7 juta per triwulan tergantung komponen keluarga penerima yang secara total mencapai 10 juta keluarga. Masyarakat juga dapat memperoleh bantuan sosial sembako sebesar Rp 600.000 per triwulan atau setara Rp 2,4 juta per tahun untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan 18,25 juta keluarga.
Sedangkan Program Indonesia Pintar (PIP) memberikan bantuan untuk menunjang kebutuhan sekolah anak dari keluarga miskin dan rentan. Bantuan dengan nilai Rp 37.500-Rp 150.000 per bulan atau Rp 450.000-Rp 1,8 juta per tahun bagi lebih dari 22 juta siswa desil 1-4. Bantuan tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan seperti seragam, sepatu, tas, perlengkapan belajar dan transportasi.
Baca Juga
4 SMA Berasrama Berkurikulum Internasional Buka Beasiswa, Ini Jadwal dan Link Pendaftarannya
Selain PIP, terdapat Sekolah Rakyat, yakni sekolah berasrama gratis bagi anak dari keluarga paling tidak mampu, terutama kelompok desil 1–2. Penerima memperoleh pendidikan, asrama, makanan, seragam dan perlengkapan belajar. Sebanyak 44.635 siswa dari desil 1-2 yang menjadi peserta Sekolah Rakyat memperoleh manfaat yang setara sekitar Rp 4 juta per bulan.
Program pendidikan lainnya mencakup Sekolah Unggul Garuda dengan manfaat sekitar Rp 9,5 juta per bulan bagi 1.920 siswa. Terdapat juga beasiswa S1 Garuda hingga sekitar Rp78,57 juta per bulan untuk studi luar negeri, beasiswa S1 Unhan sekitar Rp 5,4 juta per bulan, serta beasiswa Sekolah Taruna Nusantara sekitar Rp 11,7 juta per bulan bagi 3.654 siswa.
Salah satu manfaat perlinsos terbesar, yakni program beasiswa LPDP luar negeri dengan nilai sekitar Rp90,095 juta per bulan atau sekitar Rp1,081 miliar per tahun untuk 23.289 mahasiswa. Sementara beasiswa LPDP dalam negeri tercatat sekitar Rp 10,7 juta per bulan.
Bedah Rumah dan FLPP
Selanjutnya, di bidang hunian, masyarakat berpenghasilan rendah dapat memanfaatkan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) atau kini bernama program bedah rumah. Program ini membantu memperbaiki rumah tidak layak huni, termasuk bagian atap, dinding, lantai, ventilasi dan sanitasi, dengan bantuan stimulan Rp 20 juta per rumah bagi 400.000 penerima manfaat. Sementara fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) tercatat memberikan manfaat sekitar Rp727.000 per bulan bagi penerima pembiayaan.
Masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usaha dapat memanfaatkan subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR). Program ini memberikan pembiayaan dengan bunga lebih terjangkau bagi pelaku UMKM yang memenuhi persyaratan.
Baca Juga
Prabowo Resmikan Akad Massal 62.000 Unit KPR Subsidi dan KUR Perumahan Rp 880 Miliar
Pemerintah memberikan subsidi bunga KUR yang dihitung sekitar Rp 500.000 per bulan atau Rp 6 juta per tahun bagi 6.084.205 debitur. Terdapat juga sertifikat halal gratis dengan nilai manfaat sekitar Rp 200.000 per UMK untuk 1,35 juta UMK.
Kehadiran buku Perlinsos Sepanjang Hayat menjadi penting karena banyaknya program perlindungan sosial dengan sasaran dan persyaratan yang berbeda. Melalui buku tersebut, masyarakat dapat mengetahui program yang sesuai dengan kondisi mereka, siapa yang menjadi sasaran, serta manfaat yang dapat diperoleh.
Sebagian pendaftaran program perlindungan sosial dapat dilakukan melalui satu pintu di laman perlinsos.kemensos.go.id.
