Pemerintah Andalkan Operasi Darat Tangani Karhutla Gambut di Kalimantan Barat
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Pemerintah mengandalkan operasi darat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya kebakaran yang terjadi di lahan gambut di wilayah Kalimantan Barat. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menilai bahwa penanganan di lapangan melalui operasi darat jauh lebih efektif dibandingkan jika hanya mengandalkan operasi udara semata.
"Pasukan darat, ini andalan kita, sambil menunggu operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan, ketika nanti musim hujan datang," kata Raja Antoni dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Pemerintah memantau adanya peluang potensi awan hujan di Kalimantan Barat pada 4 hingga 8 September yang akan dimaksimalkan untuk pelaksanaan OMC. Setiap bibit awan yang memungkinkan untuk disemai akan dimanfaatkan sepenuhnya, termasuk di wilayah yang belum terdampak karhutla guna mendukung pembasahan serta menjaga tinggi muka air tanah. Spesifik untuk wilayah Kalimantan Barat, pengerahan personel diminta untuk dilakukan melalui pemetaan kebutuhan personel dan peralatan yang lebih detail berdasarkan sebaran titik panas (hotspot) serta kebutuhan di masing-masing wilayah.
Baca Juga
Waspada Karhutla, BNPB Ingatkan Warga Tak Bakar Sampah hingga Patuhi Aturan Berkemah
Menhut Raja Antoni mencontohkan daerah Ketapang dan Kubu Raya perlu dipetakan berdasarkan jumlah hotspot dan kebutuhan pasukan, sehingga pergeseran personel maupun peralatan dapat dilakukan secara tepat ke lokasi yang membutuhkan. Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyampaikan bahwa upaya penanganan karhutla di Kalimantan Barat terus berjalan melalui operasi darat dan udara. Dari estimasi 802,17 hektare lahan yang terbakar berdasarkan data penanganan, Satgas Darat telah berhasil memadamkan seluas 429,90 hektare.
"Satgas Darat berhasil memadamkan yang luas. Sisa kebakaran hari ini kalau tidak ada kebakaran yang baru dipadamkan oleh Satgas Darat sebetulnya itu sudah bisa selesai," ujar Suharyanto dikutip Antara.
Kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan utama dalam proses penanggulangan karhutla di lapangan. Operasi pengeboman air (water bombing) dari udara dinilai tidak selalu efektif untuk memadamkan kebakaran pada lahan gambut, sehingga kekuatan pasukan darat tetap memegang peranan kunci.
"Sehingga tetap tumpuannya adalah di Satgas Darat untuk operasi penanganan karhutla ini. Satgas Darat ini memang menjadi tumpuan utama," pungkas Suharyanto.
