Bupati Manggarai Barat Pastikan Segera Perbaiki 10.757 yang Rumah Rusak Akibat Gempat NTT
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi memastikan pemerintah bertangung jawab atas kerusakan akibat gempa berkekuatan M 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 lalu. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai bersama pemerintah pusat akan segera memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan yang hingga saat ini terdata sebanyak 10.757 unit.
Baca Juga
Senyum Anak-Anak Nagekeo Sambut Prabowo di Tenda Pengungsian Gempa NTT
Edistasius Endi mengatakan, saat ini tim yang dibentuk sedang memverifikasi faktual rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa. Proses verifikasi itu diperkirakan rampung pada Sabtu (5/9/2026). Selanjutnya, pemerintah mulai merumuskan kebijakan untuk merekonstruksi rumah warga yang terdampak.
"Saya pastikan bahwa pemerintah bertanggung jawab penuh atas kerusakan akibat gempa rumah-rumah warga yang ada di Manggarai Barat. Kita berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk menuntaskan pembangunan rumah warga yang terdampak karena gempa bumi 15 Agustus," kata Edistasius Endi kepada investortrust.id di Manggarai Barat, NTT, Selasa (1/9/2026).
Edistasius Endi mengatakan, berdasarkan data sementara, terdapat 10.757 rumah warga yang mengalami kerusakan baik rusak ringan, sedang, maupun berat. Namun, Pemkab Manggarai Barat memverifikasi untuk memastikan jumlah rumah warga yang rusak. Dikatakan, proses verifikasi dilakukan oleh aplikasi untuk memastikan objektivas dan mencegah kecemburuan sosial.
"Dan yang memverifikasi berapa persentase kerusakan atau masuk kriteria ringan, sedang, dan berat itu bukan oleh staf, bukan oleh Bupati, tapi oleh aplikasi. Ini meminimalisir kecemburuan atau meminimalisir yang namanya subjektivitas. Biarkanlah aplikasi itu yang memfilter sesuai dengan jenis kerusakan yang dialami karena gempa bumi itu sendiri. Dan kami pastikan ini sangat-sangat objektif," katanya.
Berbagai bantuan terus mengalir ke daerah terdampak gempa NTT, termasuk ke Manggarai. Salah satunya dari PT Freeport Indonesia (PTFI). Bahkan Dirut PT Freeport Tony Wenas bersama tim langsung mengunjungi Manggarai Barat dan bertemu langsung dengan warga terdampak pada hari ini.
Tony mengatakan, jajaran PT Freeport Indonesia merasakan duka yang dialami warga terdampak gempa NTT. Hal ini mengingat banyak pekerja Freeport yang berasal dari NTT. Selain itu, PT Freeport juga pernah mengalami musibah longsor pada September 2025 atau tepat setahun lalu.
"Kami ini kan hanya satu perusahaan swasta yang sahamnya kebetulan dimiliki oleh pemerintah 51%. Kami beroperasi di Papua, tapi kami mengalami musibah juga tahun lalu, tanggal 8 September tepat. Dan bagaimana pedihnya terkena musibah, sehingga saya dan tim kemudian memutuskan bahwa kita harus datang ke sini," kata Tonny.
Bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan sejumlah lembaga lain, PT Freeport Indonesia menyalurkan bantuan berupa peralatan tidur, tenda, selimut, hingga sekolah darurat. Selain itu, Tony Wenas mengatakan, PT Freeport Indonesia sebelumnya telah mengerahkan tim penyelamat dan tim medis yang sudah bekerja di lapangan sejak 22 Agustus lalu. Hingga saat ini, tim medis PT Freeport Indonesia telah melayani sebanyak 500 pasien.
Baca Juga
Kepada Warga Terdampak Gempa NTT, Prabowo: Pemerintah Tidak Akan Biarkan Saudara Sendiri
"Kami sudah mengirimkan tim rescue dan tim medis kami dari tanggal 22 sudah mulai bekerja di sini selama hampir 10 hari, merawat pasien telah hampir 500 pasien yang dirawat. Ada rescue yang dilakukan di berbagai tempat di sini, dan cukup terasa apalagi waktu itu bekerja sama dengan atau dikoordinir oleh tim dari Kementerian ESDM," paparnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Edistasius Endi mewakili jajaran Pemkab Manggarai Barat dan masyarakat Manggarai menyampaikan terima kasih atas bantuan yang disalurkan PT Freeport Indonesia. Dikatakan, bantuan dan berbagai dukungan menjadi vitamin bagi masyarakat Manggarai Barat dalam menghadapi bencana ini.
"Kehadiran dari PT Freeport Indonesia merupakan berkat sekaligus dukungan yang luar biasa, sehingga kami mendapat vitamin baru. Kami lebih tegar, lebih kuat, begitu juga masyarakat yang ada di kabupaten ini," katanya.
