Rapat di Hambalang, Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen TNI untuk Masyarakat Dayak
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat bersama petinggi TNI untuk membahas mengenai penyesuaian persyaratan perekrutan bagi masyarakat suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI. Prabowo meminta perkembangan terkait upaya penyesuaian rekrutmen bagi masyarakat Dayak tersebut agar kesempatan untuk mengabdi sebagai prajurit dapat semakin terbuka.
Hal ini menjadi salah satu poin pembahasan dalam rapat Prabowo dengan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan para kepala staf angkatan di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Sabtu (30/8/2026) malam. Rapat itu turut dihadiri Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Baca Juga
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bahas Penyesuaian Rekrutmen Prajurit TNI hingga Penanganan Bencana
“Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo meminta perkembangan mengenai beberapa hal antara lain, penyesuaian syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI,” kata Seskab Teddy dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026).
Selain mengenai rekrutmen TNI, dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan perkembangan penanganan sejumlah bencana di berbagai wilayah Indonesia. Termasuk penanganan pascagempa bumi di Flores dan erupsi Gunung Merapi.
Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah Kalimantan dan Sumatra, juga menjadi perhatian Prabowo. Kepala Negara meminta agar langkah penanganan terus diperkuat sekaligus diiringi dengan upaya pencegahan di tingkat masyarakat.
Terkait hal tersebut, Presiden menekankan pentingnya peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan.
Baca Juga
Perkuat Penanganan Karhutla, Prabowo Kerahkan 1.000 Perwira TNI-Polri
“Presiden ingin edukasi terkait bahaya pembakaran hutan diberikan para Babinsa di desa kepada warga untuk sama-sama menjaga hutan dan lahan kita bersama,” lanjut keterangan Seskab.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Presiden Prabowo untuk terus memantau pelaksanaan kebijakan strategis pemerintah, baik dalam penguatan pertahanan dan sumber daya manusia TNI maupun dalam memastikan penanganan bencana serta perlindungan lingkungan berjalan secara cepat dan terpadu.
