900 Hektare Lahan Terbakar di Riau, Prabowo: Segera Dipadamkan
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh jajaran untuk segera memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau yang masih melanda sekitar 900 hektare lahan. Perintah itu disampaikan Prabowo dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Posko AJU, Pekanbaru, Senin (24/8/2026).
“Yang 900 ini saya kira bisa segera dipadamkan,” kata Prabowo.
Prabowo meminta jajaran pemerintah untuk mengerahkan seluruh kekuatan, termasuk TNI-Polri. Selain itu, Prabowo juga memerintahkan untuk mewaspadai sebanyak 306 titik panas yang saat ini masih ada untuk segera dipadamkan agar tidak menambah titik api.
"Jangan nunggu sampai jadi titik api. Ya tolong ya, masuk ke titik hotspot itu. Segera saja masuk ambil tindakan dini. Di tempat-tempat itu bisa dibikin bor air?" tanya Prabowo kepada Kepala BPBD RIau M Edy Afrizal.
Baca Juga
Karhutla di Riau Turun dari 16.000 Jadi 900 Hektare, Prabowo: Terima Kasih
"Siap bisa Pak, bisa Pak," kata Edy.
"Kedalamannya dalam enggak?" tanya Prabowo.
"Bisa antara 30 sampai 50 meter itu bisa kita bikin," jawab Edy.
Prabowo memerintahkan untuk segera membangun 300 titik bor air untuk menanggulangi titik panas. Tak hanya itu, Prabowo juga meminta seluruh aparat mencegah pembakaran dengan alasan apa pun.
"Kasih penjelasan, edukasi ke semua unsur di semua desa, beri penjelasan bahwa membakar lahan adalah dilarang keras. Kalau mereka butuh untuk buka lahan mereka laporan ke kepala desa, camat, bupati, nanti pemerintah yang akan bantu mereka. TNI dan Polri akan membantu pemerintah daerah membantu rakyat. Diorganisir per kelompok tani, diorganisir. Nanti biayanya bisa melalui KUR (kredit usaha rakyat)," katanya.
Di sisi lain, Prabowo juga memerintahkan aparat mengusut keterlibatan korporasi dalam kasus karhutla. Kepala Negara tidak segan mencabut izin korporasi yang terlibat karhutla.
"Kalau ada indikasi segera laporan kita segera cabut siapa pun korporasi apa pun, ada sedikit indikasi mereka ikut menyuruh membakar-bakar kita cabut izinnya. Seluruh izin korporasi itu kita cabut. Saya tidak main-main ya, tolong. Kepolisian saya kira di sini main peran yang sangat penting," katanya.
Sebelumnya, Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal melaporkan kepada Prabowo mengenai kondisi karhutla di Riau dan penanganannya sejauh ini. Dipaparkan, terdapat 10.514 titik panas atau hotspot dan 521 titik api atau fire spot dengan luasan area yang terbakar mencapai 16.277,5 hektare sepanjang periode Januari-Agustus 2026. dari jumlah itu, tersisa tujuh titik fire spot yang belum berhasil dipadamkan.
Ketujuh titik api itu tersebar di empat kabupaten, yakni satu titik di Kabupaten Pelalawan, dua titik Indragiri Hilir, dua titik di Indragiri Hulu, dan dua titik di Kampar.
"Saat ini yang masih cukup besar itu berada di Kabupaten Pelalawan itu di Kerumutan dan Kabupaten Kampar di Ribo Panjang," katanya.
Baca Juga
Prabowo menanyakan, jumlah luasan area dari tujuh titik api yang masih belum berhasil padam. Edy menjelaskan kurang lebih luasan area tujuh titik fire spot itu mencapai 900 hektare.
"Jadi dari 16.000 hektar yang terbakar, sekarang tinggal 900 (hektare)," tanya Presiden.
"900 (hektare), siap," jawab Edy.
Kepala Negara mengapresiasi kerja dari BPDB dan seluruh jajaran yang telah menurunkan titik panas dan titik api di Riau. Prabowo meminta agar 900 titik hektare fire spot itu untuk segara dipadamkan.
"Dari Januari sampai Agustus, saya kira cukup bagus itu. Saya terima kasih. Yang 900 ini saya minta segera bisa di (padamkan)," katanya.

