Prabowo: Penemu Sudah Beri Warning, AI Bisa Repotkan Manusia
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan teknologi belum tentu selalu memberikan dampak positif bagi manusia. Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 di JCC, Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Prabowo mencontohkan, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Dikatakan, saat ini hampir semua negara tidak ingin tertinggal dalam perkembangan AI. Namun, katanya, penemu AI sendiri sudah memberikan peringatan mengenai dampak negatif AI yang dapat merepotkan manusia.
Baca Juga
587 BUMN Siap-Siap Ditutup, Prabowo Ungkap Kriteria Perusahaan yang Bakal Dipertahankan
"Hampir semua negara sekarang mengejar AI, tidak mau ketinggalan. Tapi bapak-bapak penemu AI sendiri sudah memberi warning bahwa AI ini bisa menjadi repot bagi manusia," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan, saat ini sudah terdapat yang dinamakan agen AI. Saat ini, Prabowo mengaku mendapat informasi sudah ada sekitar 5 juta Agen AI yang bekerja untuk satu orang atau satu kelompok, korporasi, hingga satu negara.
"Sekarang sudah ada apa namanya itu, agen AI, sudah ada agen AI. Konon kabarnya agen AI ini, AI yang bekerja, berkarya untuk satu orang atau satu kelompok, satu korporasi, satu organisasi, satu negara atau satu... dan konon kabarnya sekarang sudah ada 5 juta agen AI. 5 juta, mungkin 5 juta itu tiga minggu lalu," katanya.
Bahkan, kata Prabowo, agen AI sudah memiliki chat room sendiri yang memungkinkan para agen AI untuk berbicara menggunakan bahasa kode sendiri. Untuk itu, kata Prabowo, manusia telah menciptakan sesuatu yang lebih hebat dari dirinya sendiri. Bahkan, kata Prabowo, juara catur dunia dapat dikalahkan oleh mesin.
"Sekarang juara catur saja kalah sama mesin. Juara catur. Mesin sekarang bisa buat karya-karya luar biasa," katanya.
Baca Juga
Prabowo Ingin Sering Bertemu para Rektor: Kalau Perlu Tiap Bulan
Dikutip dari berbagai sumber, agen AI merupakan sistem software yang menggunakan AI untuk mencapai sasaran dan menyelesaikan tugas atas nama pengguna. Agen AI memiliki kemampuan penalaran, perencanaan, dan memori serta memiliki tingkat otonomi untuk mengambil keputusan, belajar, dan beradaptasi.
Peraih nobel sekaligus pelopor AI yang kerap disebut Bapak AI, Geoffrey Hinton telah berulang kali memberikan peringatan keras atas perkembangan AI yang melajut sangat cepat. Bahkan, Geofrrey menyebut hanya dalam hitungan puluhan tahun, seluruh pekerjaan manusia dapat digantikan oleh AI.
