Prabowo: Tiap Pemilihan Gaduh, Kapan Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyentil pihak-pihak yang membuat kegaduhan, terutama setelah pemilihan umum (pemilu). Prabowo menekankan, kegaduhan yang kerap terjadi setelah pemilu tidak akan membawa kesejahteraan untuk rakyat.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 di JCC, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
"Habis tiap pemilihan gaduh, tiap pemilihan gaduh, yang kalah ribut. Kapan kita mau menuju kesejahteraan untuk rakyat kita," kata Prabowo.
Baca Juga
Prabowo Tanya ke Orang Pintar: Kenapa Sawit Malaysia Lebih Produktif?
Kepala Negara menekankan, kewajiban anak bangsa, para pemimpin, dan orang-orang pintar adalah menyejahterakan masyarakat. Para pemimpin dan orang-orang pintar seharusnya mengabdikan diri untuk rakyat, terutama yang paling miskin dan lemah.
"Bukankah segala kepintaran kita harus kita abdikan untuk rakyat kita yang paling miskin dan paling lemah. Bukankah itu? katanya.
Meski demikian, Prabowo menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan bila ada pendapat berbeda. Prabowo tak masalah jika ada yang berpendapat kegaduhan, kebencian, permusuhan, dan maki memaki merupakan tindakan yang produktif. Namun, Prabowo mengingatkan negara lain saat ini terus berkembang menuju negara yang sejahtera.
"Silakan kalau ada yang berpendapat lain hak. Saya katakan kita berbeda. Kalau ada yang berpendapat bahwa gaduh, ribut, bakar-bakar, anarki, kebencian, permusuhan, maki-memaki itu produktif sementara negara lain menuju kesejahteraan, menuju terobosan, menuju kekayaan," kata Prabowo.
Prabowo meminta seluruh elemen bangsa untuk merenungkan persoalan bernegara. Sebagai seorang pemimpin, Prabowo berupaya persuasif. Meski kalah dalam empat kali pemilu, Prabowo mengaku tidak pernah mengganggu presiden dan pemerintahan yang mendapat mandat rakyat.
"Saya selalu berusaha persuasi, saya sebagai pemimpin politik saya dipilih secara demokratis, saya maju ke rakyat, lima kali minta mandat, empat kali tidak diberi mandat. Empat kali saya kalah, tetapi saya tidak mengganggu pemimpin yang dapat mandat," katanya.
Baca Juga
Prabowo Heran Indonesia Tidak Bisa Mobil Buatan Sendiri setelah 81 Tahun Merdeka
Hal ini karena Prabowo menyadari dan menghormati sistem demokrasi yang dipilih rakyat Indonesia. Dalam sistem demokrasi, kedaulatan berada di tangan rakyat.
"Karena saya sadar, saya mengerti alternatifnya apa? Karena kita sudah sepakat, kita ingin hidup sebagai negara di mana kedaulatan rakyat yang berkuasa. Jadi kedaulatan rakyat wujudnya adalah demokrasi, demokrasi wujudnya pemilihan," katanya.
