DPR Janji Cabut Status Tersangka 16 Mahasiswa Trisakti yang Menggantung Setahun
JAKARTA, investortrust.id — Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berjanji akan memfasilitasi penyelesaian hukum 16 mahasiswa Universitas Trisakti yang ditetapkan sebagai tersangka terkait aksi demonstrasi pada Mei 2025 silam.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Saan Mustopa seusai menerima audiensi dan aspirasi dari sejumlah aliansi mahasiswa, termasuk HMI MPO, Universitas Trisakti, Universitas Mercubuana, hingga Universitas Esa Unggul di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga
Mahasiswa Protes BBM Langka sampai MBG, Pimpinan DPR Langsung Telepon Bahlil hingga Kepala BGN
Saan mengungkapkan, DPR melalui Wakil Ketua Komisi III Habiburokhman telah melakukan komunikasi langsung dengan pihak kepolisian terkait status hukum para mahasiswa tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat 16 mahasiswa Universitas Trisakti yang statusnya menggantung sebagai tersangka. Saan menyatakan
"Posisinya masih tersangka tetapi belum diproses, tadi Ketua Komisi III sudah berkomunikasi. Dalam satu minggu ke depan, insyaallah mahasiswa Trisakti yang 16 itu status tersangkanya akan dicabut," kata Saan.
Pernyataan Saan itu disambut para mahasiswa yang menggelar aksi. Selain status tersangka 16 mahasiswa Trisakti, Saan juga berjanji akan memfasilitasi pembebasan dua mahasiswa Universitas Mercubuana yang ditahan saat akan demonstrasi di depan gedung DPR hari ini.
"Terkait dengan dua mahasiswa Mercubuana yang ditahan tadi mau berangkat ke DPR, itu pun juga sudah dikomunikasikan. Selesai ini mudah-mudahan juga mereka semua dilepas," katanya.
Di lokasi yang sama, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi dialog yang berjalan kondusif antara pimpinan dewan dan perwakilan mahasiswa. Ia memastikan DPR akan memperkuat fungsi pengawasan demi mengawal aspirasi tersebut ke pihak eksekutif.
"Hari ini pimpinan DPR dan pimpinan komisi telah menerima aspirasi dari adik-adik mahasiswa. Kami telah melakukan komunikasi, berinteraksi dengan sangat baik. Ke depan, kami akan lebih banyak berkomunikasi dengan teman-teman dari adik-adik mahasiswa," kata Dasco.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa dari Universitas Trisakti, Deni Ribowo, menegaskan selain isu penahanan rekan-rekan mereka, mahasiswa juga menuntut pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional. Kelangkaan BBM bersubsidi dan lonjakan harga bahan pokok menjadi sorotan utama dalam dialog tersebut.
"Tuntutan pertama kami, menjaga stabilitas ekonomi, baik kebijakan fiskal atau moneternya, serta kestabilan harga bahan pokok dan BBM. Isu perut itu jangan dicoba-coba kepada masyarakat. Karena kalau masyarakat nanti sudah lapar dan emosi, pasti pemerintah yang kena," tegas Deni.
Baca Juga
Dasco Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Kelangkaan BBM Subsidi dan Stabilitas Bahan Pokok
Merespons keluhan tersebut, Saan Mustopa menambahkan pimpinan DPR telah langsung menelepon Menteri ESDM untuk mencari solusi cepat. Menteri ESDM dikabarkan berjanji akan segera memenuhi pasokan BBM subsidi yang langka di lapangan dalam waktu singkat.
Meski beberapa tuntutan langsung direspons lewat komitmen telepon oleh jajaran menteri terkait, pihak mahasiswa menyatakan akan tetap mengawal janji-janji tersebut. Mahasiswa menegaskan tidak ragu untuk kembali turun ke jalan jika komitmen yang diberikan pemerintah dan DPR kali ini tidak membuahkan hasil nyata dalam waktu dekat.

