Mensesneg Ungkap Alasan Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S Deyang sebagai kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Prabowo menunjuk Nanik untuk menggantikan Dadan Hindayana yang dicopot.
Pras, sapaan Prasetyo Hadi menilai Nanik memiliki kedisiplinan tinggi dalam menjalankan manajemen serta pengawasan di lingkungan BGN.
Baca Juga
Prabowo Bakal Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN Pekan Depan
Selain itu, kata Pras, Prabowo meyakini Nanik memiliki kemampuan dalam memastikan seluruh proses kerja di BGN berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk menjaga kualitas makanan bagi para penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG).
“Kedisiplinan di dalam menjalankan SOP-SOP, kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di Badan Gizi Nasional, kedisiplinan juga di dalam menjaga kualitas makanan yang kita sajikan kepada seluruh penerima manfaat,” kata di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Dikatakan, Nanik dikenal sebagai sosok yang tegas dalam mengevaluasi dan memonitoring program-program di BGN. Ketegasan itu dinilai penting untuk memperkuat tata kelola lembaga yang kini memegang peran strategis dalam program MBG tersebut.
“Dalam evaluasi dan monitoring, beliau (Nanik) salah satu yang cukup, kalau boleh dibilang sangat strict, sangat tegas,” ungkapnya.
Prasetyo menambahkan, pengalaman Nanik sebagai wakil kepala BGN selama beberapa bulan terakhir juga menjadi alasan kuat di balik penunjukannya menggantikan Dadan. Prabowo meyakini Nanik telah memahami mekanisme kerja dan tantangan yang dihadapi lembaga itu.
“Beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengemban amanah sebagai wakil kepala Badan Gizi Nasional. Sehingga, kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di Badan Gizi Nasional,” ucapnya.
Baca Juga
Dengan pengalaman dan karakter tersebut, Nanik bersama jajaran pimpinan BGN yang baru dapat segera membenahi organisasi BGN dan memperkuat kualitas pelaksanaan program BGN.
“Untuk kita minta ke beliau, yang kemudian dibantu oleh dua wakil yang baru, untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan dan pembenahan-pembenahan,” katanya.

