Prabowo Perintahkan Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai yang Tak Mampu Kerja
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengganti pimpinan Bea Cukai yang tidak mampu bekerja. Perintah itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam rapat paripurna DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
"Saya ingatkan kembali, untuk kesekian kali, Bea Cukai kita harus diperbaiki. Menteri Keuangan kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu segera diganti," kata Prabowo.
Baca Juga
Prabowo Siapkan 5.000 Desa Nelayan, Lengkap dengan SPBU hingga 'Cold Storage'
Kepala Negara menegaskan komitmennya memberantas korupsi, penyalahgunaan dan praktik yang menghambat ekonomi. Ditegaskan, tidak ada pejabat yang tidak dapat diganti di pemerintahannya.
"Tidak ada orang yang tidak bisa diganti. Rakyat menuntut pemerintah yang benar dan baik. Jangan mentang-mentang sudah jadi ASN tidak bisa diberhentikan," tegasnya.
Prabowo menyatakan rakyat saat ini menuntut pemerintah untuk bekerja cepat. Untuk itu, pemerintah tidak boleh bekerja santai, apalagi berleha-leha.
"Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha, pemerintah yang kumaha engke wae, kita harus jadi pemerintah yang didorong oleh engke kumaha bukan kumaha engke," kata Prabowo.
Bea Cukai menjadi sorotan beberapa waktu terakhir lantaran sejumlah kasus dugaan korupsi. Salah satunya kasus dugaan suap pengurusan importasi barang yang ditangani KPK.
Baca Juga
Prabowo Tak Ingin Semua Anak Muda Jadi ASN, Bakal Buka Pendidikan Kewirausahaan
Lembaga antikorupsi telah menjerat tujuh orang tersangka dari unsur Bea Cukai dan swasta dalam kasus tersebut. Tak hanya importasi barang, KPK saat ini sedang mengusut dugaan suap terkait pengurusan cukai rokok.

