Prabowo Ungkap PDB Belanda Tertinggi di Dunia Selama 400 Tahun karena Kuasai Nusantara
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Belanda menjadi negara dengan produk domestik bruto (PDB) atau gross domestic product (GDP) per kapita tertinggi selama 400 tahun karena menguasai kekayaan Nusantara. Hal itu diungkapkan Prabowo dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di rapat paripurna DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
"Marilah kita buka fakta, negara Netherlands, Belanda dari sejak tahun 1500, dilanjutkan 1600,dilanjutkan 1700, dilanjutkan 1800, memiliki PDB per kapita tertinggi di dunia selama itu. 1500, 1600, 1700, 1800. 400 tahun telah memiliki PDB per kapita tertinggi," kata Prabowo.
Baca Juga
Badan Tunggal Pengekspor SDA Dibentuk, Selamatkan Kekayaan Negara US$ 150 Miliar/Tahun
Padahal, katanya, Belanda bukanlah negara yang luas. Waktu tempuh dari bagian utara ke selatan tidak lebih dari 8 jam dengan menggunakan kendaraan. Namun, Belanda menjadi negara dengan PDB per kapita tertinggi di dunia selama 400 tahun karena menguasai kekayaan Indonesia.
"Negara yang mungkin dari utara ke selatan mungkin tidak sampai 8 jam naik kendaraan, dari laut ke perbatasan mereka mungkin tidak sampai 4 jam dengan kendaraan, bisa memiliki PDB tertinggi di dunia kenapa? Karena mereka menguasai Nusantara kita. Mereka menguasai wilayah yang sekarang adalah Republik Indonesia," katanya.
Kepala Negara menekankan tidak mengajak bangsa Indonesia untuk membenci bangsa lain. Namun, terdapat adagium yang menyebut mereka yang tidak belajar dari sejarah akan dihukum oleh sejarah itu sendiri dengan mengalami sejarah kelam yang dialami nenek moyangnya.
"Para pendiri bangsa kita sadar bahwa apabila pemimpin-pemimpin di Nusantara lemah, apabila pemimpin-pemimpin di nusantara tidak bersatu maka kekayaan Nusantara akan terus diambil oleh Kekuatan-kekuatan di luar Nusantara ini sejarah," katanya.
Baca Juga
Pidato di DPR, Prabowo: Rakyat Tidak Bermimpi Kaya Raya, Mereka Hanya Ingin Hidup Layak
Untuk itu, kata Prabowo, para pendiri bangsa yang dipimpin Soekarno, Hatta, dan Sjahrir telah menyusun Pancasila dan UUD 1945 yang salah satunya meletakkan cetak biru perekonomian bangsa.
"Cetak biru itu dituangkan dalm pasal 33 UUD 1945. Pasal 33 dengan jelas menjabarkan sistem perekonomian yang seharusnya kita jalankan sebagai bangsa," katanya.

