Jenguk Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Prabowo Sampaikan Belasungkawa
BEKASI, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa terhadap para korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi Senin (27/4/2026) malam. Ucapan belasungkawa itu disampaikan Prabowo seusai menjenguk para korban luka di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026) pagi.
"Kecelakaan yang telah terjadi, saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi atas nama pemerintah," kata Prabowo dikutip dari siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden.
Baca Juga
Breaking News: Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
Kepala Negara memerintahkan jajaran terkait untuk menginvestigasi secara menyeluruh kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line tersebut.
"Kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana," katanya.
Prabowo mengatakan, sebagian para korban luka yang sempat dirawat di rumah sakit sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Saat ini, masih terdapat 54 korban luka yang masih dalam penanganan.
"Sebagian sudah pulang, kalau enggak salah masih total 54 dan hampir semua sudah ditangani yang saya lihat, sudah ditangani dengan baik, sebagian sudah dikembalikan, sebagian sudah diurus, pokoknya semuanya sudah diurus," katanya.
Prabowo memastikan pemerintah menangani para korban. Pemerintah juga akan memberikan kompensasi kepada korban luka maupun meninggal dunia.
"Ya nanti ada, semuanya ada kompensasinya," katanya.
Dalam kesempatan ini, Prabowo menyatakan telah menyetujui usulan Pemkot Bekasi untuk membangun flyover di perlintasan yang menjadi lokasi kejadian. Pembangunan flyover itu menggunakan dana bantuan presiden (banpres).
"Pemerintah Daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena Bekasi ini juga padat, dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak. Jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan presiden," katanya.
Baca Juga
Kecelakaan Kereta di Bekasi, BP BUMN Sampaikan Maaf dan Prioritaskan Keselamatan Korban
Tak hanya di Bekasi. Secara garis besar, Prabowo menyatakan menaruh perhatian penuh terhadap banyaknya perlintasan kereta api yang tidak dijaga. Terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan serupa di Pulau Jawa yang sudah ada sejak zaman Belanda. Prabowo memerintahkan seluruh jajaran terkait untuk memperbaiki semua perlintasan tersebut.
"Apakah dengan dilakukan pos jaga atau flyover, nanti pelaksanaannya kita tunjuk, kita perhitungkan sekitar hampir Rp 4 triliun. Demi keselamatan dan demi karena kita sangat penting, kita sangat perlu kereta api, ya kita harus keluarkan itu. Sekarang saatnya, sudah berapa puluh tahun tidak dilakukan, kita sekarang lakukan," katanya.

