BPOM Siapkan 32.000 Kader Awasi Peredaran Obat dan Pangan di Kopdes Merah Putih
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat perannya dalam program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dengan fokus pada pengawasan distribusi obat dan pangan hingga tingkat desa. Hal itu disampaikan Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2026).
“Koperasi ini akan menjual makanan olahan dan membuka apotek. BPOM hadir memastikan pengawasan, terutama obat over-the-counter agar tidak disalahgunakan,” kata Taruna.
Baca Juga
Diserbu 383.830 Pelamar, Website Pendaftaran Manajer Kopdes Merah Putih Sempat Hang
BPOM akan mengawasi tiap koperasi seiring rencana ekspansi kopdes yang juga akan dilengkapi fasilitas penyimpanan lemari pendingin. Pengawasan tidak hanya menyasar produk, tetapi juga rantai distribusi dari pedagang besar farmasi (PBF) hingga ke gerai kecil.
Dalam implementasinya, BPOM menyebut telah mengerahkan lebih dari 32.000 kader yang dilatih untuk mendukung pengawasan di lapangan, termasuk dalam aspek keamanan pangan dan distribusi obat.
Namun, Kepala BPOM mengakui adanya kendala dalam memastikan standar pengawasan tetap terjaga di wilayah yang tersebar luas. BPOM saat ini tengah merancang mekanisme baru agar distribusi obat tetap terkendali meski menjangkau level desa.
Baca Juga
Selain itu, BPOM juga menyiapkan regulasi dan sistem pengawasan untuk memastikan setiap produk yang beredar memenuhi aspek mutu, keamanan, dan khasiat produk yang dipasarkan.
"Kami ingin memastikan yang sampai ke masyarakat itu betul-betul aman,” kata Taruna.

