Survei Cyrus Network: 87,6% Pemudik Habiskan Kurang dari Rp 1 Juta untuk Mudik Lebaran
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga Cyrus Network merilis survei mengenai jumlah pengeluaran para pemudik selama Lebaran 2026. Biaya yang dikeluarkan ini terdiri biaya transportasi, konsumsi, dan akomodasi per orang. Biaya yang ditanyakan di luar biaya yang dihabiskan selama di kampung halaman.
Dari perhitungan, total sebanyak 87,6% pemudik mengeluarkan biaya kurang dari Rp 1 juta per orang selama mudik Lebaran 2026.
“Kami menemukan bahwa 30,6% biaya untuk perjalanan mudik termasuk transportasi, konsumsi, dan akomodasi adalah kurang dari Rp 100.000,” kata peneliti ahli Cyrus Network, Syahril Ilhami, saat paparan secara daring, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga
Survei Cyrus Network: 84,5% Pemudik Puas dengan Layanan Mudik Lebaran 2026
Sebanyak 26,4% pemudik mengeluarkan biaya di rentang Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per orang. Sementara itu, 17,4% pemudik mengeluarkan biaya di rentang Rp 201.000 hingga Rp 500.000 per orang. Terakhir sebanyak 13,2% mengeluarkan biaya Rp 501.000 hingga Rp 1.000.000 per orang.
Dengan demikian, secara total, sebanyak 87,6% pemudik mengeluarkan biaya mudik lebaran dari rentang 100.000 hingga Rp 1.000.000 per orang.
Dari data yang dipaparkan, pemudik yang mengeluarkan biaya di atas Rp 1,1 juta per orang tercatat sebanyak 12,4%. Angka tersebut terdiri dari sebanyak 6,2% pemudik mengeluarkan biaya Rp 1,1 juta hingga Rp 2 juta. Sebanyak 4,5% pemudik mengeluarkan biaya Rp 2,2 juta hingga 5 juta. Sisanya untuk 1,1% pemudik mengeluarkan Rp 5,1 juta hingga Rp 10 juta dan 0,6% pemudik mengeluarkan lebih dari Rp 10 juta.
Berdasarkan paparannya, alasan pemilihan moda transportasi dalam mudik lebaran turut mempengaruhi beberapa hasil survei. Moda transportasi yang banyak digunakan masyarakat untuk mudik yaitu kendaraan roda dua sebanyak 55,9%, kendaraan roda empat sebanyak 26,7%, dan kendaraan seperti bus atau travel sebanyak 17,4%, serta kereta api sebanyak 4,5%.
Dengan komposisi ini, sebanyak 84,3% masyarakat mengaku tak menikmati berbagai diskon mudik lebaran yang dibuat pemerintah.
“Ini selaras dengan jawaban yang sebelumnya, yaitu karena penggunaan sepeda motor yang tidak melalui jalan tol. Sehingga tidak menikmati diskon mudik lebaran,” katanya.
Diberitakan, Cyrus Network merilis hasil survei yang menunjukkan 84,5% masyarakat Indonesia puas dengan layanan mudik Lebaran 2026.
Baca Juga
Mensesneg soal Survei Indikator Kepuasan Pemudik: Alhamdulillah, Buah Hasil Perencanaan Matang
“Dari riset ini, kami menemukan sebanyak 84,5% publik merasa puas atau merasa kualitas pelayanan yang sudah dilakukan oleh pemerintah sudah cukup baik atau baik,” kata Syahril Ilhami.
Syahril menjelaskan kepuasan pemudik juga dialami ketika menjalani arus balik. Sebanyak 85,2% masyarakat mengauku pelayanan arus balik sangat baik.
Berdasarkan temuan Cyrus Network, kepuasan publik terhadap mudik dan arus balik Lebaran 2026 karena adanya rekayasa lalu lintas yaitu contra flow. Dengan adanya rekayasa lalu lintas kepadatan perjalanan mudik dapat terurai.

