Saham Barito dan Sinarmas Angkat IHSG dari Zona Merah Jelang Penutupan Sesi I, DSSA Melonjak 16%
JAKARTA, investortrust.id – Penguatan harga saham big cap yang dikendalikan grup Barito dan Sinarmas selamatkan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dari penurunan pada perdagangan saham, Kamis (9/4/2026).
Hingga kuluk 11.30 WIB, IHSG berhasil torehkan penguatna sebanyak 3,34 poin menjadi 7.824. Penguatan tersebut berbanding terbalik dengan pembukaan yang sempat anjlok lebih dari 0,54%. Penguatan ini juga berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang cenderung melemah.
Baca Juga
Purbaya Belum Terima Usulan soal Pembebasan Bea Masuk Bahan Baku Plastik
Berdasarkan data, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten yang dikendalikan Sinarmas, berhasil melesat Rp 440 (16,42%) menjadi Rp 3.120. Kenaikan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) emiten ini melesat menjadi Rp 60 triliun.
Sebagaimana diketahui, saham DSSA hasil pemecahan nilai nominal (stock split) mulai diperdagangan hari ini. Rasio stock split 1:25, sehingga total saham DSSA bertambah menjadi 192,63 miliar saham.
Kenaikan IHSG juga ditopang penguatan saham emiten Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencapai Rp 325 (6%) menjadi Rp 5.325. Kenaikan tersebut berbanding terbalik dengan pembukaan pagi ini yang mengalami penurunan.
Baca Juga
Smelter Aluminium Jadi Game Changer, Kinerja Keuangan dan Saham Alamtri (ADRO) bakal Melesat?
Penguatan indeks juga ditopang kenaikan saham emiten Prajogo lainnya, seperti saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik sebanyak Rp 90 (5,38%) menjadi Rp 1.855 dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 4,46% menjadi Rp 4.680.
Adapun, pada pembukaan pasar pagi ini, IHSG dibuka melemah 40,75 poin (0,56%) menjadi 7.238. Penurunan akibat profit taking sejalan dengan mayoritas pasar saham Asia.
Penurunan dipicu atas pelemahan mayorita sektor saham, seperit sektor material dasar, industry, energi, infrastruktur, keuangan, consumer primer, hingga teknologi. Sebaliknya kenaikan tipis landa consumer non primer, property, dan transportasi.

