JPMorgan Sebut Arus Modal ke Kripto di Kuartal I 2026 Hanya Sepertiga dari Tahun Lalu
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - JPMorgan Chase melaporkan arus modal ke aset kripto pada kuartal I 2026 turun tajam menjadi sekitar US$ 11 miliar atau hanya sepertiga dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tim analis yang dipimpin Nikolaos Panigirtzoglou menyebut penurunan ini mencerminkan menyempitnya basis investasi di pasar kripto. Arus masuk kini lebih terkonsentrasi pada pembelian korporasi dan pendanaan modal ventura, menggantikan permintaan luas dari investor ritel dan institusional yang mendominasi sepanjang 2025.
Metodologi JPMorgan menggabungkan berbagai indikator, termasuk arus dana kripto, aktivitas kontrak berjangka CME, pendanaan venture capital, serta pembelian oleh perusahaan. Dengan laju saat ini, total arus masuk sepanjang 2026 diperkirakan hanya mencapai sekitar US$ 44 miliar, jauh di bawah capaian sekitar US$ 130 miliar pada 2025.
Selain itu, ETF kripto spot yang sebelumnya menjadi pendorong utama aliran dana termasuk untuk Bitcoin dan Ethereum mencatat arus keluar bersih pada kuartal pertama, terutama pada Januari. Kondisi ini mengurangi salah satu sumber likuiditas utama pasar.
Baca Juga
JP Morgan Sees JCI Hitting 10,000 in 2026 as Market Sentiment Enters Rebound Phase
JPMorgan menilai konsentrasi arus masuk pada segelintir pelaku, termasuk pembelian oleh korporasi, meningkatkan risiko kerapuhan pasar. Ketergantungan pada sumber dana terbatas dapat membuat aliran modal mudah terganggu jika terjadi perubahan strategi investasi.
Dilansir dari Coinmarketcapnews, Sabtu (4/4/2026) penurunan arus ini juga mencerminkan melemahnya selera risiko investor, di tengah berkurangnya momentum ETF dan perubahan sentimen pasar dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, arus dana kripto bahkan sempat melampaui kelas aset seperti private equity dalam basis tahunan.
Dari sisi pasar, perlambatan arus masuk berpotensi menekan likuiditas dan membatasi penguatan harga aset kripto utama. Tanpa dukungan kuat dari ETF, pergerakan harga Bitcoin dan Ethereum diperkirakan akan lebih sensitif terhadap aktivitas on chain dan faktor fundamental lainnya.
Baca Juga
Mining BTC Makin Sulit, JP Morgan Sebut Biaya Produksi Bitcoin Bisa Naik
Sementara itu, Charles Schwab, sebuah perusahaan jasa keuangan di AS, sedang dalam proses meluncurkan perdagangan spot untuk Bitcoin dan Ethereum pada paruh pertama tahun 2026. Pengumuman ini dibuat tak lama setelah Bitcoin mencatat kinerja kuartalan terburuknya sejak awal tahun 2018, mengakhiri kuartal pertama tahun ini dengan titik terendah yang signifikan.
Untuk mengkonfirmasi laporan yang baru dirilis ini, sumber-sumber menyoroti halaman cryptocurrency yang baru diterbitkan di bagian "Produk Investasi" perusahaan di situs web, yang menunjukkan bahwa peluncuran Schwab Crypto sudah dekat.
“Kami sesuai jadwal untuk meluncurkan penawaran kripto spot kami pada paruh pertama tahun 2026, dimulai dengan Bitcoin dan Ethereum,” kata juru bicara tersebut.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

