Analis Nilai Bitcoin Siap Menanjak, Target Harga Bisa Capai US$ 80.000?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pergerakan harga Bitcoin dinilai sedang berada dalam fase kompresi yang dapat memicu lonjakan lebih lanjut hingga ke level US$ 80.000. Sejumlah analis menilai area US$ 71.500 saat ini menjadi titik krusial yang akan menentukan arah pergerakan aset kripto terbesar di dunia tersebut.
Bitcoin pada perdagangan Kamis (26/3/2026) pagi tercatat diperdagangkan di kisaran US$ 71.316 dan dalam sepekan terakhir telah menguji level US$ 71.500 sebanyak empat kali. Level ini dipandang sebagai titik pivot penting di berbagai kerangka waktu, di tengah pasar yang masih terbagi antara dorongan spekulatif dari pasar berjangka dan permintaan spot yang masih lemah.
Secara teknikal, harga Bitcoin masih mampu bertahan di atas exponential moving average (EMA) 50 periode pada grafik empat jam. Namun, pada grafik harian, EMA 50 hari masih menjadi level resistensi yang belum berhasil ditembus secara meyakinkan.
Analis kripto Skew menggambarkan kondisi ini sebagai “zona kompresi”, yakni fase ketika rentang harga semakin sempit dan berpotensi memicu pergerakan arah yang kuat. Selain itu, pola bullish inverse head and shoulders juga disebut mulai terbentuk pada grafik empat jam, dengan level US$ 71.500 bertindak sebagai garis leher.
Baca Juga
Bitcoin Ungguli Emas dan Saham di Tengah Gejolak Global, Kripto Jadi Sorotan Investor?
Melansir Cointelegraph, Kamis (26/3/2026) jika level tersebut berhasil ditembus, target teknikal terdekat diperkirakan berada di sekitar US$ 76.000 atau naik sekitar 7,35% dari posisi saat ini. Sementara itu, analis pasar Mikybull memperkirakan potensi penguatan dapat berlanjut hingga ke area US$ 80.000.
Dari sisi on chain, sejumlah indikator juga dinilai mendukung peluang reli lanjutan. Deviasi standar tujuh hari dari arus laba-rugi terealisasi pemegang jangka pendek ke Binance dilaporkan turun ke 255 pada 24 Maret. Level ini disebut menyerupai pola yang terlihat sebelum reli-reli sebelumnya, ketika Bitcoin sempat mencatat kenaikan antara 10% hingga 14%.
Meski demikian, data orderflow pasar menunjukkan kondisi yang masih terbelah. Minat terbuka atau open interest Bitcoin meningkat sekitar US$ 500 juta menjadi US$ 16,5 miliar dalam 24 jam terakhir, dengan funding rate berubah positif ke 0,03% sejak Senin. Kenaikan harga menuju level US$ 70.000 belakangan ini disebut lebih banyak didorong oleh pasar futures.
Baca Juga
Gedung Putih Tinjau Usulan Komisi Sekuritas dan Bursa AS soal Status Hukum Aset Kripto
Di sisi lain, partisipasi pasar spot masih tertinggal. Delta volume kumulatif agregat tercatat lemah di minus US$ 87 juta, sementara premi Coinbase tetap negatif, menandakan permintaan dari investor berbasis Amerika Serikat belum cukup kuat.
Skew menilai agar Bitcoin mampu mempertahankan breakout di atas US$ 71.500, reli tersebut harus didukung oleh permintaan yang lebih solid, termasuk akumulasi yang stabil, tekanan beli yang konsisten, dan kemampuan pasar menyerap aksi jual dari trader short.
Dalam sesi perdagangan New York, tercatat ada permintaan sekitar US$ 60 juta yang berhasil terserap pasar. Namun, analis menilai masih dibutuhkan tindak lanjut yang lebih kuat agar Bitcoin benar-benar mampu menjaga struktur bullish dan melanjutkan kenaikan menuju level yang lebih tinggi.

