Diversifikasi Produk RFID, Jasuindo (JTPE) Alokasikan Capex Rp 100 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Emiten penyedia solusi percetakan sekuriti PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE), mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp 100 miliar pada 2026. Perseroan juga mempercepat langkah diversifikasi dengan mengandalkan produk berbasis teknologi radio frequency identification (RFID) tahun ini.
“Mayoritas dana akan digunakan untuk perawatan mesin, serta pembelian mesin baru,” terang Direktur Utama Jasuindo Tiga Perkasa, Allan Wibisono Oei, Selasa (24/2/2026).
RFID sekaligus memperkuat portofolio di segmen proteksi merek (brand protection), yang kini menjadi salah satu pelengkap lini bisnis sekuriti JTPE.
Meski segmen identitas dan kartu pembayaran masih menjadi penopang utama pendapatan di lini sekuriti, perseroan gencar mengembangkan segmen brand protection. Pendorong utamanya adalah proyeksi peningkatan permintaan jangka panjang, terlebih segmen ini menawarkan margin yang lebih besar dibandingkan produk identitas dan kartu pembayaran.
Baca Juga
Jasuindo (JTPE) akan Buyback Saham Rp 140 Miliar, Optimisme Prospek Bisnis Menguat
Sebagai bagian dari penguatan segmen perlindungan merek, JTPE melakukan penambahan kapasitas produksi untuk security packaging dan label. Perusahaan juga memperkuat lini produk RFID dengan menjalin joint venture bersama mitra strategis asal Hong Kong untuk pengembangan komponen RFID.
“Dengan berbagai inisiatif yang kami jalankan, kami optimistis dapat menjaga pertumbuhan penjualan yang solid. Fokus kami adalah pada produk berteknologi tinggi dan solusi bernilai tambah, yang kami yakini akan menjadi pendorong utama kinerja perseroan ke depan,” papar Allan.
Kerja sama pengembangan komponen RFID dengan mitra asal Hong Kong juga diharap membuka akses ke peluang pasar internasional yang lebih besar, serta memperkuat penetrasi dan daya saing JTPE di pasar global.
Pasalnya, laporan keuangan terakhir perusahaan yaitu hingga kuartal III-2025, masih menunjukkan bahwa kontribusi terbesar total penjualan JTPE berasal dari pasar domestik. Namun penjualan di pasar global diklaim masih tumbuh dan menjadi fokus pengembangan perusahaan ke depan.
Guna memperkuat momentum tersebut, manajemen fokus memperluas jaringan negara tujuan ekspor sebagai bagian dari strategi diversifikasi pasar.

