Intip Kinerja Sekar Laut (SKLT) Jelang Stock Split 1:10
JAKARTA, investortrust.id - Emiten makanan yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur, PT Sekar Laut Tbk (SKLT) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), terkait rencana pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:10, atau 1 lembar saham dipecah menjadi 10 lembar saham.
RUPSLB dijadwalkan pada, Rabu, 22 November 2023 pukul 10.00 WIB di kantor Perseroan Jl. Raya Darmo, Surabaya.
Direktur PT sekar Laut Tbk, John Gozal mengatakan, harga nominal saham SKLT sebelum dipecah sebesar Rp 100, dengan dipecah menjadi 10 saham maka harga nominal saham menjadi Rp 10.
“Jumlah saham pun akan bertambah menjadi 6.907.405.000, dari sebelum stock split sebanyak 690.740.500,” ppaarnya dalam keterbukaan informasi yang dilansir, Selasa (14/11/2023).
Baca Juga
Mitsui Suntik Modal Anak Usaha Sekar Laut (SKLT) Rp 150 Miliar
Adapun tujuan pelaksanaan stock split, kata dia, untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia. “Perseroan tidak menerbitkan efek bersifat ekuitas selain saham,” papar John.
John menyebut, Perseroan telah mendapat persetujuan BEI untuk menggelar aksi korporasi ini pada 13 September 2023.
“Saat ini, perseroan belum memiliki agenda/aksi korporasi dalam jangka waktu 6 bulan setelah Stock Split. Direksi bertanggung jawab atas kebenaran informasi dalam keterbukaan informasi rencana Pemecahan Saham,” imbuhnya.
Hingga penutupan perdagangan, Selasa (14/11/2023), saham SKLT bertengger di harga Rp 4.180 per saham, menguat 2,96% dari perdagangan sebelumnya.
Baca Juga
Adapun sebulan terakhir harga tertinggi saham SKLT tercatat di Rp 5.600 pada 30 Oktober 2023. Sebelumnya SKLT pernah menggapai level 5.700 per saham.
Sementara terkait kinerja, Perseroan membukukan laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepeda entitas induk sebesar Rp 53,91 miliar per kuartal III-2023, naik 16,33% year on year dari Rp 46,34 miliar di kuartal yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba sejalan dengan perolehan pendapatan bersih yang tercatat Rp 1,36 triliun, tumbuh 19,79% yoy dari Rp 1,14 triliun periode yang sama tahun 2022.
Beban pokok penjualan naik menjadi Rp 1,01 triliun dari Rp 843,45 miliar. Alhasil laba kotor yang dibukukan menjadi sebesar Rp 347,25 miliar, niak dari Rp 294,41 miliar. Sedangkan laba usaha yang diakumulasi mencapai Rp 71,45 miliar, naik dari Rp 55,47 miliar.
Hasi tersebut membuat laba per saham tercatat naik menjadi Rp 78,04 per September 2023 dari Rp 67,09 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

