Komitmen ESG Antarkan ABM Investama (ABMM) Raih Kredit Rp 4,2 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT ABM Investama Tbk (ABMM) berhasil memborong berbagai penghargaan bergengsi dalam penerapan prinsip keberlanjutan di sektor energi selama periode Oktober-November 2025. Raihan penghargaan tersebut menegaskan komitmen ABBM dalam menjaga standar lingkungan dan sosial di tengah operasional bisnis pertambangan yang kompleks. ABMM mengamankan fasilitas kredit sindikasi senilai Rp 4,2 triliun pada akhir tahun ini.
Dikutip Sabtu (24/1/2026), keberhasilan ABMM dalam mengintegrasikan aspek environmental, social, and governance (ESG) tercermin dari beberapa apresiasi utama yang diterima perusahaan. Dalam ajang Sustainability Reporting Award (SRA) 2025, ABMM kembali meraih peringkat "Gold" atas transparansi laporan keberlanjutannya yang dinilai memenuhi standar internasional GRI.
Baca Juga
Selain itu, melalui anak usahanya, PT Cipta Kridatama (CK), grup ini juga menyabet Penghargaan Subroto 2025 dari Kementerian ESDM. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan tertinggi atas kepatuhan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan pertambangan serta upaya dekarbonisasi melalui digitalisasi armada alat berat.
Di sisi fundamental, ABMM mencatatkan kinerja operasional yang tetap solid meski dibayangi fluktuasi harga batu bara global. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, perseroan membukukan pendapatan sebesar US$ 781,6 juta.
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$ 42,4 juta. Segmen jasa pertambangan melalui PT Cipta Kridatama tetap menjadi penyumbang pendapatan terbesar, disusul oleh segmen logistik dan sewa peralatan yang terus tumbuh stabil.
Baca Juga
Cetak Talenta Teknik Daerah, ABM Investama (ABMM) Gelar Program Ini
Meskipun terjadi penurunan laba dibandingkan periode yang sama tahun lalu akibat koreksi harga komoditas, perusahaan berhasil menjaga efisiensi biaya operasional yang ketat.
Manajemen ABMM menegaskan bahwa komitmen terhadap lingkungan bukan sekadar tanggung jawab moral, melainkan kunci akses terhadap pendanaan hijau. Hal ini terbukti dengan keberhasilan aksi korporasi ABMM yang mengamankan fasilitas kredit sindikasi senilai Rp 4,2 triliun pada akhir tahun ini.

