Trisula Textile (BELL) Bidik Pertumbuhan 8% pada 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Emiten penyedia kain, seragam, dan fashion, PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) membidik pertumbuhan kinerja 8% pada 2026 dibandingkan tahun lalu (year on year/yoy).
Direktur Utama Trisula Textile Industries Karsongno Wongso Djaja optimistis, perseroan juga meraih pertumbuhan satu digit untuk tahun buku 2025, meski kondisi industri nasional sempat menghadapi berbagai tantangan.
“Keberhasilan dalam menjaga tren kinerja yang positif mencerminkan strategi perseroan yang adaptif terhadap dinamika dan kebutuhan pasar. Sejalan dengan itu, kami optimistis dapat membukukan pertumbuhan kinerja pada level single digit sepanjang tahun buku 2025,” ujar Karsongno dalam paparan publik insidentil secara virtual, Jumat (23/1/2026).
Di sisi lain, hingga September 2025, anak usaha PT Trisula International Tbk (TRIS) tersebut masih membukukan penurunan penjualan bersih 3% (yoy) menjadi Rp 413,33 miliar. Sedangkan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun lalu turun 40,38% (yoy) menjadi Rp 9,2 miliar.
Namun manajemen menegaskan, kinerja setahun penuh pada 2025 tetap tumbuh satu digit karena perseroan mencatatkan peningkatan pendapatan dan laba pada kuartal IV-2025. Pertumbuhan kinerja ini salah satunya didongkrak oleh penjualan dari segmen seragam, akibat permintaan pengadaan seragam baru untuk pelanggan instansi dan korporasi.
“Optimisme ini diperkuat oleh komitmen BELL untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas produk dalam menghadirkan solusi tekstil dan garmen yang selaras dengan kebutuhan pasar domestik,” sambung Karsongno.
Baca Juga
Trisula Textile (BELL) Awali 2025 dengan Penjualan Rp 151 Miliar
Di samping langkah internal untuk mempertahankan kinerja, manajemen juga menilai bahwa kondisi industri mulai menunjukkan perbaikan sejak semester II-2025. Hal ini dilanjutkan dengan dukungan pemerintah terhadap industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Tanah Air yang menjadi angin segar bagi para pelaku industri.
Capaian positif itu menjadi fondasi perusahaan untuk memperkuat kinerja keuangan pada 2026. Langkah ini dijalankan melalui strategi yang terukur, antara lain peremajaan mesin produksi, konsistensi menjaga kualitas produk, serta pengembangan produk baru berbasis riset dan inovasi.
Trisula Textile bahkan menghadirkan Trisula Innovation Center sebagai fasilitas pendukung inovasi yang terintegrasi.
“Perbaikan kondisi industri ditambah rencana dukungan dari pemerintah terhadap industri TPT tahun ini menjadi sinyal positif bagi para pelaku industri TPT, termasuk BELL sebagai pemain tekstil dalam negeri. Momentum ini menjadi peluang bagi kami untuk memperkuat kinerja di tahun 2026,” ujar Karsongno.
Merespons kenaikan harga saham BELL yang mencapai 80,91% dalam sepekan dan 180,28% dalam sebulan, manajemen Trisula Textile memandang bahwa hal itu merupakan hasil dari mekanisme pasar saham saat ini. Mereka pun mengaku, tidak ada informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek.
Karsongno mengatakan, pihaknya memahami ketertarikan pasar terhadap pergerakan harga saham BELL. Namun manajemen percaya, filosofi nilai jangka panjang yang berkelanjutan berasal dari fundamental perusahaan yang kokoh.
“Oleh karena itu, fokus utama kami tetaplah pada eksekusi strategi bisnis, peningkatan efisiensi operasional, dan penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Karsongno

