Saham Dua Putra (DPUM) Melonjak 263% dalam Sebulan, Ternyata Investor Ini Mau Akuisisi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Rama Indonesia tengah bernegosiasi untuk mengakuisisi 59,24% saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM). Penawaran telah disampaikan Rama Indonesia kepada pengendali PT Pandawa Putra Investama pada 22 Januari 2026.
Berdasarkan pengumuman resmi DPUM di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/1/2025), disebutkan bahwa Rama Indonesia selaku calon pembeli telah mengajukan penawaran untuk mengakuisisi 59,24% saham DPUM dari Pandawa Putra Investama selaku penjual.
Manajemen DPUM menegaskan bahwa aksi korporasi ini tidak berdampak signifikan terhadap aspek hukum, kondisi keuangan, maupun keberlangsungan usaha DPUM. Saat ini, Pandawa Putra menguasai sebanyak 69,80 saham DPUM.
Baca Juga
Dua Putra (DPUM) Balikkan Rugi Jadi Laba, Sahamnya Langsung Ngacir
Meski demikian Rama Indonesia sebagai pembeli belum bersedia mengungkap harga akuisisi saham emiten perikanan, pengolahan hasil laut, dan gudang terintegrasi ini (DPUM), termasuk menginformasikan target penyelesaian akuisisi.
Terkait proyeksi kinerja keuangan, manajemen DPUM sebelumnya menyebutkan, pendapatan ditargetkan naik menjadi Rp 1,45 triliun tahun ini, dibandingkan perkiraan tahun 2025 senilai Rp 1,25 triliun dan pencapain tahun 2024 sebanyak Rp 1,09 triliun.
DPUM juga membidik lompatan laba bersih menjadi Rp 43 miliar tahun ini, dibandingkan target 2025 senilai Rp 24 miliar dan realiassi tahun 2024 sebanyak Rp 8 miliar.
Baca Juga
Di WEF, Prabowo Ungkap Efisiensi Anggaran Berhasil Hemat Rp 303,8 Triliun
Hingga kuartal III-2025, DPUM mencatatkan kenaikan pendapatan menjadi Rp 871,87 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 775,82 miliar. Meski naik, perseroan masih mencatatkan rugi bersih Rp 30,53 miliar hingga September 2025, turun dari rugi periode sama tahun 2024 senilai Rp 50,75 miliar.
Sebelum melayangkan surat resmi akuisisi ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penguatan pesat lebih dari 263% saham DPUM menjadi Rp 276 dalam sebulan terakhir. Bahkan, transaksi saham DPUM sejak 23 Desember 2025 masih dihentikan sementara dipicu lompatan harga tersebut.

