Reliance Sekuritas Jagokan 4 Saham, Ada ASII hingga KRAS
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (8/1/2026), diprediksi lanjutkan penguatan dengan rentang pergerakan 8.891-8.994. Empat saham pilihan direkomendasikan beli ASII, EMTK, MAPA, dan KRAS.
Reliance Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk black spinning top, masih di atas MA5 dan MA20, indikator MACD golden cross. “Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG hari ini akan mengalami penguatan dengan saham pilihan ASII, EMTK, MAPA, dan KRAS,” tulisnya dalam riset pagi ini.
Baca Juga
Setahun Jadi Presiden, Prabowo Ungkap Berkali-kali Ditawari Suap
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa saham dunia setelah Wall Street ditutup mayoritas melemah. Sentimen negatif disebabkan oleh saham perumahan yang turun akibat pernyataan Donald Trump yang akan melarang pembelian rumah tapak (single-family homes) untuk menekan harga rumah.
Saham Blackstone dan Apollo Global Management masing-masing turun lebih dari 5 persen, berkontribusi pada penurunan 1,4% indeks sektor keuangan S&P 500. Saham American Homes 4 Rent merosot 4,3 persen.
Di tengah peluang penguatan tersebut, Reliance Sekuritas merekomendasikan beli saham ASII dengan target harga Rp 7.925, EMTK direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.330, MAPA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 745, dan KRAS dengan target harga Rp 396.
Baca Juga
Diamond Citra (DADA) Fokus Proyek Properti Hunia Berkualitas
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 11,2 poin (0,13%) ke level tertinggi baru (all time high/ATH) 8.944. Pemodal asing kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 201,15 miliar dengan net buy terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 648,47 miliar.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan sejumlah sektor saham berikut, yaitu sektor industry 2,40%, sektor material dasar 1,11%, sektor konsumer primer 1,18%, sektor energi 0,51%, dan sektor infrastruktur 0,16%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor konsumer non primer, teknologi, keuangan, dan property.
Adapun saham tercuan hingga auto reject atas (ARA), melanda saham OPMS naik 34,67% menjadi Rp 268, ASLI naik 25% menjadi Rp 675, OASA menguat 24,85% menjadi Rp 412, INPC melesat 24,39% menjadi Rp 306, BSIM naik 24,78% menjadi Rp 1.410, dan IFSH menguat 24,73% menjadi Rp 1.160.

