Bank of America Izinkan Penasihat Rekomendasikan ETF Bitcoin
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank of America (BoA) mulai menjadikan aset kripto sebagai bagian lebih rutin dalam bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management) di Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Cointelegraph, Selasa (6/1/2026), bank tersebut kini mengizinkan penasihat keuangan di jaringan Merrill, Bank of America Private Bank, dan Merrill Edge untuk secara proaktif merekomendasikan produk dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) Bitcoin spot kepada klien.
Persetujuan ini diberikan setelah Chief Investment Office (CIO) Bank of America menyetujui empat ETF Bitcoin spot yang terdaftar di AS, yakni Bitwise Bitcoin ETF (BITB), Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC), Grayscale Bitcoin Mini Trust (BTC), dan BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT).
Baca Juga
Trump Media Ajukan ETF Bitcoin dan Ethereum ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS
Keempat ETF tersebut dipilih karena termasuk yang terbesar dan paling likuid di pasar, sehingga dinilai lebih mudah dikelola dari sisi operasional serta risiko regulasi dibanding produk kripto yang lebih kecil, kompleks, atau bersifat leveraged.
APAC Head di platform perdagangan institusional Talos Samar Sen mengungkapkan, manajer aset di balik keempat ETF tersebut memiliki rekam jejak kuat serta infrastruktur yang matang.
“Empat nama ini merupakan pemain utama dalam ETF aset digital, dengan pengalaman, dana kelolaan, dan sistem manajemen risiko yang memungkinkan eksekusi secara efisien pada skala institusional,” ujarnya.
Sebelumnya, akses terhadap ETF Bitcoin spot di Bank of America hanya tersedia bagi klien wealth tertentu dan bersifat reaktif, yakni hanya melayani permintaan yang diajukan oleh klien.
Dengan kerangka baru ini, penasihat kini dapat secara aktif merekomendasikan ETF Bitcoin, didukung oleh riset dan panduan resmi dari CIO.
Dalam panduan tersebut, eksposur kripto diposisikan sebagai alokasi sekitar 1% hingga 4% dari portofolio bagi klien yang sesuai, dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing serta ketentuan regulasi di yurisdiksi terkait.
Bank of America juga telah menggulirkan riset lanjutan, panduan alokasi formal, serta pelatihan bagi lebih dari 15.000 penasihat keuangannya. Langkah ini bertujuan agar eksposur Bitcoin dapat dibahas sebagai bagian dari diskusi portofolio standar, bukan lagi sebagai pengecualian khusus.
Meski begitu, cakupan produk yang disetujui saat ini masih terbatas pada Bitcoin, Bank of America belum menyatakan komitmen untuk menambahkan ETF Ether atau aset kripto lainnya.
Baca Juga
ETF Bitcoin Catat Rekor Arus Masuk Selama 5 Hari Berturut di Tengah Ketegangan Israel - Iran
Hal ini memunculkan pernyataan terkait tahap berikutnya dari adopsi institusional kripto, khususnya mengenai kemungkinan ETF Ether mendapatkan perlakuan serupa di platform wealth management besar di AS.
Menurut Sen, ekspansi ke luar Bitcoin akan bergantung pada likuiditas, kematangan struktur pasar, serta kemampuan mendukung eksekusi dan pengelolaan risiko pada level institusional.
“Kami sudah melihat manajer aset besar mulai mengeksplorasi inovasi, termasuk ETF multi aset yang mencakup beberapa kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar,” katanya.

