Bitcoin Berpotensi Sentuh US$ 94.000, Setelah Akhiri 2025 dengan Koreksi Tahunan Perdana Sejak 2022
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Aset kripto Bitcoin berpotensi bergerak pada kisaran US$ 88.000 - US$ 94.000 hari ini, setelah menutup 2025 dengan koreksi tahunan perdananya sejak 2022. Dalam waktu sama, Ethereum berpotensi bergerak di sekitar US$ 2.950 - US$ 3.200.
Sementara hingga Jumat (2/1/2026) pukul 15:45 WIB Bitcoin bergerak di kisaran US$ 88.992 atau naik 1,62% dalam 24 jam terakhir. Sedangkan per pukul 08:00 WIB, dominasi pasar BTC (BTC.D) berada di level 59,6%, dengan total kapitalisasi pasar aset kripto menguat 1,2% ke level US$ 2,97 triliun.
Bitcoin ($BTC) resmi mengakhiri 2025 dengan performa negatif sebesar 6,33%, bergerak dari level US$ 93.425 (1/1/2025) hingga berakhir di US$ 87.508 (31/12/2025).
“Ini merupakan penurunan tahunan pertama bagi Bitcoin sejak 2022,” ungkap Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha, Jumat (2/1/2026).
Selain itu, kuartal IV-2025 mencatatkan penurunan 23%, menjadikannya performa kuartal keempat terburuk kedua dalam sejarah setelah tahun 2018 yang tergerus 42%. M
“Melemahnya momentum ini dipicu oleh tekanan makroekonomi global yang membebani aset berisiko di penghujung tahun,” sambung Panji.
Baca Juga
Turun 28% di 2025, Bitcoin Gagal Mengikuti Siklus 4 Tahunnya untuk Pertama Kalinya dalam 14 Tahun
Aliran dana pada Bitcoin Spot ETF menunjukkan volatilitas tinggi sepanjang tiga hari terakhir Desember 2025, dengan arus dana keluar (outflow) US$ 19,29 juta pada 29 Desember 2025, arus masuk (inflow) US$ 355,02 juta pada 30 Desember 2025, dan outflow US$ 348,10 juta pada 31 Desember 2025.
Di sisi lain secara kumulatif, ETF mencatat net outflow US$ 12,37 juta dalam periode tersebut.
Meskipun terjadi penyesuaian portofolio akhir tahun, minat institusional dinilai masih stabil dengan total aset bersih tetap berada di level signifikan.
Di tengah kelesuan pasar, Tether sebagai penerbit USDT & XAUT terus menjalankan strategi investasinya dengan mengalokasikan 15% dari laba operasional bersih ke Bitcoin.
Terbaru, CEO Paolo Ardoino mengkonfirmasi transaksi sebesar 8.888,88888888 BTC yang dipindahkan perusahaan. Langkah ini mempertegas komitmen Tether dalam memperkuat cadangan Bitcoin yang telah mereka bangun sejak 2023.

