Mengikuti Arah Bursa Asia, IHSG Sesi I Menguat 0,19%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menghijau pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (22/12/2025). IHSG menguat 0,19% ke level 8.626, mengikuti arah bursa-bursa Asia yang menghijau.
Saham-saham terkait komoditas emas, kembali bergeliat seiring harga emas yang kembali menyentuh rekor tertingginya. Terbukti, saham EMAS terapresiasi 8,1%, ARCI 5%, dan BRMS 4,4% pada sesi I perdagangan hari ini.
Indeks saham energi (IDX Energy) dan bahan baku (Idx Basic Materials) menjadi dua indeks sektoral yang terangkat paling tinggi hingga siang ini. Sementara terdapat lima indeks sektoral yang mengalami pelemahan.
Mereka adalah indeks saham sektor keuangan yang turun 0,37%, infrastruktur terkoreksi 1,02%, saham sektor primer (non-cyclical) turun 0,17%, properti 0,68%, dan teknologi melemah 1,95%.
“Bursa-bursa Asia menguat, menyambut langkah bank sentral Tiongkok (PBOC) yang mempertahankan tingkat suku bunga acuannya,” jelas Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta, Senin (22/12/2025).
Sebelumnya, IHSG menutup pekan lalu dengan pelemahan 0,1% ke level 8.609, Jumat (19/12/2025). Di masa pelemahan IHSG sepekan terakhir investor asing melakukan penjualan (outflow) sebesar Rp 365 miliar di pasar reguler.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Rebound, Tiga Saham Dipimpin AMMN Layak Dilirik
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas David Kurniawan menegaskan, pelemahan IHSG pekan lalu dipengaruhi sentimen global yakni US Unemployment Rate. Dalam kondisi ini, lapangan kerja AS tumbuh di November, namun tingkat pengangguran naik ke 4,6%.
Hal tersebut mencerminkan pasar tenaga kerja yang mulai melemah di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan AS.
Tak hanya itu, dari global ada sentimen keputusan Bank of Japan yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 0,75% sehingga tercatat sebagai level tertinggi sejak 1995.
Sementara itu dari domestik ada keputusan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga di level 4.75% dengan dalih fokus menjaga kestabilan Rupiah.
“Sentimen-sentimen tersebut membuat pergerakan IHSG sedikit lesu,” ujar David, Senin (22/12/2025).

